PSIKOLOGI PENDIDIKAN MAKALAH TAHAP-TAHAP DAN TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN
PSIKOLOGI PENDIDIKAN
MAKALAH PERTEMUAN KE 2
TAHAP-TAHAP DAN TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN
OLEH
:
NAMA : NURVA AFITRI
NIM : 15076016
PRODI : PEND. TEKNIK
INFORMATIKA
GRUP : 1F1
DOSEN
P. : RINALDI S.Psi,M.Si
JURUSAN
ELEKTRONIKA
FAKULTAS
TEKNIK
UNIVERSITAS
NEGERI PADANG
2016
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR
BELAKANG
Manusia adalah makhluk sosial yang eksploratif dan
potensial. Manusia dikatakan makhluk yang eksploratif karena manusia memiliki
kemampuan untuk mengembangkan diri baik secara fisik maupun psikis. Manusia
sebagai makhluk potensial karena pada diri manusia tersimpan sejumlah kemampuan
bawaan yang dapat diembangkan secara nyata. Selanjutnya manusia disebut sebagai
makhluk yang memiliki prinsip tanpa daya karena untuk tumbuh dan berkembang
secara normal memerlukan bantuan dari luar dirinya. Bantuan yang dimaksud
antara lain adalah dalam bentuk bimbingan serta pengarahan. Binbingan dan
pengarahan yang diberikan dalam membantu perkembangan tersebut pada hakekeatnya
diharapkan sejalan dengan kebutuhan manusia itu sendiri, yang sudaah tersimpan
sebagai potensi bawaannya. Karena itu bimbingan tidak searah dengan potensi
yang dimiki akan berdampak negative bagi perkembangan manusia.
Sebagai akhir dari masa remaja adalah masa dewasa, atau biasa disebut dengan
masa adolesen. Ketika manusia meginjak masa dewasanya sudah terlihat adanya
kematangan dalam dirinya. Kematangan jiwa tersebut menggambarkan bahwa manusia
tersebut sudah menyadari makna hidupnya. Dengan kata lain manusia dewasa sudah
mulai memilih nilai – nilai atau norma yang telah dianggap mereka aik untuk
dirinya serta mereka berudaha untuk mempertahankan nilai – nilai atau norma –
norma yang telah dipilihnya tersebut.
Dari sedikit penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Psikologi
Perkembangan Pada Manusia Tingat Dewasa yaitu ilmu yang mepelajari tentang
perkembangan jiwa manusia pada saat menginjak masa dewasa. Masa dewasa manusia
dibagi menjadi 3 tahap yaitu : Masa awal dewasa (early adulthood), Masa pertengahan
dewasa (middle adulthood), Masa akhir dewasa (late adulthood)
1.2 RUMUSAN
MASALAH
1.
Apa saja
tahap –tahap dari perkembangan ?
2.
Apa saja
tugas-tugas dari perkembangan ?
1.3 TUJUAN
PENULISAN
1. Untuk
memberikan pengetahuan kepada para pembaca tentang Tahap-Tahap Perkembangan
Remaja.
2. Untuk
mengetahui tugas – tugas dari perkembangan manusia.
3. Untuk
memenuhi tugas kelompok psikologi pendidikan .
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 TAHAP –TAHAP PERKEMBANGAN MANUSIA
Pendapat
–pendapat mengenai penahapan perkembangan dibagi menjadi tiga golongan yaitu :
A. Tahap
perkembangan berdasarkan biologis.
1. Pendapat
Aristoteles
Aristoteles menggambarkan perkembangan
anak sejak lahir sampai dewasa itu dalam tiga tahap yang masing – masing
lamanya tujuh tahun.
Tahap I : Dari
0;0 sampai 7;0 : masa anak kecil atau masa bermain
Tahap
II :
Dari 7;0 sampai 14:0: masa anak , masa belajar atau masa sekolah rendah.
Tahap
II : Dari
14;0 sampai 21;0: masa remaja atau pubertas ; masa peralihan dari anak menjadi
orang dewasa
2.
Pendapat
Kretschmer
Kretschmer
mengemukakan bahwa dari lahir sampai dewasa setiap individu melewati empat
tahap, seperti dikemukakan di bawah ini :
Tahap I : dari
0;0 sampai kira – kira 3;0:Fullungs periode I. Pada fase ini anak kelihatan
pendek gemuk .
Tahap
II : Kira
– kira 3;0: sampai kira – kira 7;0 Sterckungs periode I . Pada fase ini akan
kelihatan langsing
Tahap
III : Dari
kira – kira 7;0 samapai kira –kira 13;0: Fullungs periode II pada fase ini anak
kelihatan pemdek dan gemuk kembali
Tahap
IV : Dari
kira – kira 13;0 sampai kira –kira 20;0: Streckungs periode II . pada fase ini
anak akan kembali kelihatan langsing.
Kehidupan
psikis anak – anak pada tahap – tahap tersebut juga menunjukkan sifat – sifat
yang khas . pada tahap – tahap fullungs
anak menunjukkan sifat – sifat yang mirip temperamen orang yang berkonstitusi
tinggi piknik jadi setiap orang yang cyclothum:
jiwanya terbuka , mudah bergaul ,
mudah didekati , dan sebagainya . pada tahap –tahap streckung , individu menunjukkan sifat – sifat yang mirip dengan
trempramen orang – orang yang berkonstitusi leptosome
, jadi seperti orang schizothyme : jiwanya tertutup , sukar
bergaul , sukar didekati , dan sebagainya .
3. Pendapat Freud
Fase – fase perkembangan menurut Freud adalah seperti
disajikan dibawah ini:
a. Fase Oral
: Dari 0;0 sampai 1;0: pada fase ini mulut merupakan daerah pokok aktivitas dinamis .
b. Fase Anal : dan
tahapan terpusat pada fungsi pembunangan kotoran
c. Fase Falis : dari
kira – kira 3;0 sampai kira – kira 5;0 pada fase ini ini alat – alat kelamin merupan daerah erogen
yang terpenting
d. Fase Laten : dari
kira – kira 5;0 sampai kira – kira 12;0 atau 13;0 pada fase ini implus – implus
menonjol kembali . apabila implus – implus itu dapat dipindahkan dan
disublimasikan oleh da ich dengan berhasil , maka sampailah orang kepada
fase kematangan yaitu :
e. Fase Genital
: individu
yang telah mencapi fase ini tetap siap untuk terjun kedalam kehidupan
masyarakat orang dewasa .
B.
Tahap
perkembangan berdasarkan didaktis / intruksional
Yang
dapat digolongkan kedalam penahapan berdasarkan didaktis adalah antara lain
pendapat Comenius dan pendapat Rousseau .
1.
Pendapat
Comenius
Konsepsi
Comenius itu sangat popular , karena nilai praktisnya . Comenius merancangkan jenjang pendidikan yang
disesuaikan dengan sifat – sifat individu dalam masa perkembangannya . Dengan
kata lain , dalam masa perkembangannya ., individu pada umumnya menunjukkan
sifat – sifat yang serasi dengan jenjang pendidikan tertentu .
Adapun
penpendapat Comenius itu adalh sebagai berikut :
Dipandang dari segi pendidikan ,
pendidikan yang lengkap bagi seseorang berlangsung dalam empat jenjang seperti
yang disajikan di bawah ini :
a.
Sekolah
ibu , untuk anak – anak umur 0;0 sampai 6;0
b. Sekolah
bahsa ibu , untuk anak –anak umur 6;0 sampai 12;0
c.
Sekolah lati
, untuk remaja umur 12;0 sampai 18;0
d. Akademi ,
untuk pemuda – pemudi umur 18;0 sampai 24;0
Untuk
masing – masing sekolah tersebut harus diberikan bahan pengajaran yang sesuai
dengan perkembangan anak didik dan harus dipergunakan dengan cara – cara
penyampaian yang sesuai dengan perkembangnya .
2. Pendapat
Rousseau
Rousseau dengan karaynya Emilie u de I’education juga menggemukakan penahapan atas dasar
diktatis . Pendapat rousseau adalah seabgai berikut :
a.
Tahap I : umur 0;0 sampai 2;0 masa asuhan
b. Tahap II : Umur
2;0 sampai 12;0 , masa pendidikan jasmani dan latihan panca indera.
c.
Tahap III : Umur
12;0 dampai 15;0 periode pendidikan akal
d. Tahap IV : Umur
15;0 sampai 20;0 periode pendidikan watak dan pendidikan agama .
C. Tahap
Perkembnagan Berdasarkan Psikologis
Perkembangan
individu dapat digambarkan melewati tiga periode atau masa, yaitu :
a.
Dari lahir
sam;ai masa kegoncangan pertama , yaitu biasanya disebut masa kanak –kanak
b. Dari masa
kegoncangan pertama sampai masa kegoncangan kedua yaitu , yang biasanya disebut
masa keserasian bersekolah
c.
Dari masa
kegoncangan kedua sampai akhir masa remja , yang biasanya disebut masa
kematangan . umur berapa tepatnya masa remaja tidak dapat dikatakan dengan
pasti , tetapi umumnya dapat diterima sebagai ancar – ancar pada umur 21;0
tahun .
Tahapan
perkembangan menurut pendapat piaget:
Berdasarkan
perkembangan intelektual individu , perkembangan dapat digambarkan dengan
melewati emapat fase yaitu :
a) Fase senso –
motorik , yang berlangsung dari umur 0;0 sampai umur 2;0 tahun
b) Fase pra –
operasional , dari umur 2;0 sampai 7;0 tahun
c) Fase
opersasional konkret , yang berlangsung dari umut 7;0 sampai umur 12;0 tahun
d) Fase operasional
– konkret , yang berlangsung dari umur 7;0 sampai umur 12;0 tahun
TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN MANUSIA
1.
Masabayi dan anak-anak
a)
Belajar
berjalan
b)
Belajar
makan makanan padat
c)
Belajar
berbicara
d)
Belajar mengendalikan
pembuangankotoran tubuh
e)
Mencapai
stabilitas fisiologik
f)
Membentuk
pengertian sederhana tentang realitas fisik dan soaial
g)
Belajar
kontak perasaan dengan orang tua,keluarga,dan orang lain
h)
Belajar mengetahui mana yang benar dan mana
yang salah serta mengembangkan kata hati.
2.
Masa anak sekolah
a)
Belajar
ketangkasan fisik untuk bermain
b)
Pembentukan
sikap yang sehat terhadap diri sendiri sebagai organisme yang sedang tumbuh
c)
Belajar
bergaul yang bersahabat dengan anak-anak sebaya
d)
Belajar
peranan jenis kelamin
e)
Mengembangkan
dasar-dasar kecakapan membaca,menulis dan berhitung
f)
Mengembangkan
kata hati moralitas dan skala nilai-nilai
g)
Belajar membebaskan
ketergantungan diri
h)
Mengembangkan
sikap sehat terhadap kelompok dan lembaga-lembaga.
3.
Masa Remaja
Havighurst menjelaskan
tugas perkembangan yang seharusnya dicapai pada periode remaja yaitu :
1. Menguasai
kemampuan membina hubungan baru yang lebih matang dengan teman sebaya atau
berbeda jenis kelamin .
2. Mengusai
kemampuan melakasanakan peranan social sesuai dengan jenis kelamin
a.
Sebagai laki
–laki mampu melakukan peranan sebagai berikut :
a) Mampu membina
pergaulan yang harmonis dengan teman perempuan .
b) Mampu
melindungi wanita dan orang – orang yang lemah
c) Memiliki
rasa percaya diri dalam bergaul
d) Memiliki
kemampuan berfikir positif terhadap orang lain .
e) Menyukai dan
menampilkan cara – cara berkomunikasi yang sopan
b. Sebagai
perempuan mau dan mampu melaksanakan peran sebagai berikut :
a) Mampu membina hubungan dan bekerja sama dengan
teman sebaya laki – laki
b) Bertingkah
laku lembut , ramah dan baik hati kepada orang lain
c) Menampakkan
kasih sayang terhadap anak – anak dan orang yang lemah
d) Mampu
melakukan komunikasi yang sopan
e) Berfikir
positif terhadap orang lain .
3. Menerima
keadaan fisik dan mengaktualisasikan secara efektif
Remaja yang mencapai tugas
perkembangan ini menerima keadaan fisiknya sesuai dengan jenis kelamin yang
dimilikinya , apakah sebagai pria atau wanita
4. Mencapai
kemerdekaan emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya .
5. Memiliki
kemampuan untuk mandiri secara ekonomi .
6. Memiliki
kemampuan untuk memilih dan mempersiapkan diri untuk karier
7. Berkembangnya
keterampilan intelektual dan konsep – konsep yang perlu untuk menjadi warga
Negara yang baik .
8. Memiliki
keinginan untuk bertanggungjawab terhadap tingkah laku social .
Dengan demikin tugas – tugas
perkembangan ini para guru dan orang tua hendaknya menyadari bahwa pendidikan
disekolah dan dirumah tangga bagi remaja adalah untuk mencapai tugas – tugas
perkembangan tersebut . Kurikulum sekolah hendaknya menyiapkan kegiatan dan
pengalaman materi belajar yang mendukung
4.
Masa Dewasa Awal
a)
Mulai
bekerja
b)
Memilih
pasangan hidup
c)
Belajar
hidup dengan suami/istri
d)
Mulai
membentuk keluarga
e)
Mengasuh
anak
f)
Mengelola/mengemudikan
rumah tangga
g)
Menerima/mengambil
tanggung jawab warga Negara
h)
Menemukan
kelompok sosialyang menyenangkan
5.
Masa Setengah baya
a)
Memperoleh
tanggung jawab sebagai orang dewasa yang bewarga negara dan hidup
bermasyarakat.
b)
Menetapkan
dan memelihara suatu standar kehidupan ekonomi bagi kehidupannya.
c)
Membantu
anak-anak remaja untuk menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan bahagia.
d)
Mengembangkan
kegiatan-kegiatan pengisi waktu senggang yang sesuai dengan orang dewasa.
e)
Menyesuaikan
diri dengan kehidupan orang tua yang sudah lanjut usia.
6.
Masa Tua
a)
Menyesuaikan
diri pada keadanberkurangnya kekuatan fisik dan kesehatan.
b)
Menyesuaikan
diri dalam keadaan yang berkurang.
c)
Menyesuaikan
diri dalam keadaan dan pendapatan yang berkurang.
d)
Menyesuaikan
diri dalam keadaan meninggalnya suami/istri
e)
Menjalin
hubungan yang rapat dengan teman-teman se usia.
f)
Memenuhi
kewjiban sebagai warga negara dan kewajiban dala hidup bermasyarakat.
g)
Menyusun
keadaan hidup yang memuaskan dalam hal fisik.
2.2 TUGAS PERKEMBANGAN PADA SETIAP PERIODE
PERKEMBANGAN
A.
Tugas perkembangan masa bayi dan anak prasekolah
1) Belajar
memakan makanan padat
2) Belajar
berjalan
3) Belajar
berbicara
4) Belajar
menegndalikan pembuangan kotoran tubuh
5) Belajar
mengenal perbedaan jenis kelamin
6) Mencapai
kestabilan fisik
7) Belajar
mengenal konsep – konsep sederhana tentang kenyataan alam dan social
8) Belajar
membedakan baik buruk , benar- salah , atau mengembangkan kata hati
B Tugas perkembangan anak usia sekolah
1) Belajar
memperoleh keterampilan fisik untuk melakukan permainan
2) Belajar
membentuk sikap yang sehat terhadap dirinya sendiri sebagai makhluk biologis
3) Belajar
bergaul dengan teman sebaya
4) Belajar
memainkan peranan sesuai dengan jenis kelamin
5) Belajar
keterampilan dasar membaca . menulis , dan menghitung
6) Belajar
mengembangkan konsep sehari – hari
7) Mengembangkan
kata hati
8) Belajar
memperoleh kebebasan yang bersifat pribadi
9) Mengembangkan
sikap positif terhadap kelompok sosial
C. Tugas
perkembangan remaja
1) mencapai
kematangan dalam beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2) mencapai
kematangan berperilaku etis
3) mencapai
kematngan emosi
4) mencapai
kematangan intelektual
5) memiliki
kesadaran tanggung jawab social
6) mencapai
kematangan perkembangan pribadi
7) mencapai
kematangan hubungan dengan teman sebaya
8) memiliki
kemandirian perilaku ekonomis
9) mencapai
kematngan dalam pilihan karir
10) mencapai kematangan dalam kesiapan
diri untuk menikah dan hidup berkeluarga
D. Tugas
Perkembangan Dewasa Awal
1) memilih
pasangan hidup
2) belajar
hidup dengan pasangan nikah
3) memulai
hidup berkeluarga
4) memelihara
anak
5) menggelolah
rumah tangga
6) mulai
bekerja
7) bertanggung
jawab sebgani warna Negara
8) menemukan
kelompok social yang serasi
E . Tugas
perkembangan dewasa pertengahan
1) mencapai
tanggung jawab social sebagai warga Negara
2) membantu
remaja belajar menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab
3) mengembangkan
kegiatan-kegiatan pengisi waktu senggang
4) menghubungkan
diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai suatu individu
5) menerima dan
menyesuaikan diri dengan perubahan – perubahan fisologis
6) mencapai dan
mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam karier pekerjaan dan
7) menyesuaikan
diri dengan orang tua yang semakin tua
F. Tugas Perkembangan Dewasa Akhir (masa tua
)
1) menyusaikan
diri dengan menurunnya kekuatan fisik dan kesehatan
2) menyesuaikan
diri dengan masa pension dan menurunya pengahsilan keluarga
3) menyesuaikan
diri dengan kematian pasangan hidup
4) membentuk
hubungan dengan orang – orang seusia
5) membentuk
pengaturan kehidupan fisik yang memuaskan
6) menyesuaikan
diri dengan peran social secara luwes.
2.3 IMPLEMENTASI
TUGAS PERKEMBANGAN DALAM PEMBELAJARAN
Prinsip perkembangan yang perlu dipahami untuk dapat
menyelenggarakan pendidikan berbasis pada perkembangan yaitu :
a.
Perkembangan
fisik, kognitif, dan sosioemosional
Merupakan domain yang saling
berkaitan. Perkembangan dalam satu domain dapat mempengaruhi dan dipengaruhin
oleh perkembangan pada domain lainnya.
b. Perkembangan
terjadi dalam urutan
Yang relative teratur dengan
kemampuan keahlian dan pengetahuan yang terbentuk kemudian akan didasarkan pada
keahlian, kemampuan dan pengetahuan yang sudah diperoleh sebelumnya.
Pengetahuan tentang perkembangan khas dalam rentang usia ini bisa menjadi
kerangka umum untuk menjadi pedoman guru dalam mempersiapkan lingkungan
belajar.
c.
Variasi
individual
Mengkarakterisasi perkambangan anak.
Setiap anak adalah individu yang unik dan semua punya kekuatan, kebutuhan, dan
minat masing-masing. Mengenali variasi individu ini merupakan aspek utama untuk
menjadi guru yang kompeten.
d. Perkembangan
dipengaruhi
Oleh konteks social dan cultural
yang beragam, guru perlu memahami bagaimana konteks sosiokultural seperti
etnis, kemiskinan yang mempengaruhi perkembangan anak. Guru perlu mempelajari
kultur mayoritas anak jika berbeda dari kulturnya sendiri.
e.
Anak-anak
adalah pembelajar
Aktif dan harus didorong untuk
mengkonstruksi pemahaman dunia di sekitarnya. Anak-anak memberi kontribusi
proses belajar mereka sendiri saat mereka berusaha untuk memberi makna atas
pengalaman keseharian mereka.
f.
Perkembangan
akan meningkat
Jika anak diberi kesempatan untuk
mempraktikkan keahlian baru dan jika anak merasakan tantangan diluar kemampuan
mereka saat itu.
g.
Anak-anak
akan berkambang
Dengan amat baik dalam konteks
komunitas dimana mereka aman dan dihargai kebutuhan fisiknya dipenuhi dan
mereka merasa aman secara sikologis.
Implementasi pada perkembangan fisik
dalam prose belajar mengajar
a) Menempatkan
anak didik yang fisiknya kecil di bangku paling depan
b) Menempatkan
anak didik yang pendengaranya kurang di bangku paling depan
c) Menempatkan
anak didik yang penglihatannya kurang di bangku paling depan
d) Memberi
perlakuan yang sama kepada semua anak didik , tidak terkecuali anak didik yang
fisiknya kurang
Usaha Sekolah untuk Membantu Pencapaian Tugas
Perkembangan
Tugas –tugas perkembangan pada periode remaja tidak
dikuasai oleh remaja dengan sendirinya,tetapi perlu bantuan dari lingkungan
untuk memungkinkan remaja menguasai tugas-tugasnya.
1.
Usaha membantu pencapaian tugas perkembangan no.1
Untuk
membantu tugas perkembangan ini sekolah perlu melakukan usaha sebagai berikut :
a.
Membahas
dalam diskusi kelompok tentang berfikir positif ,empati ,kontrol emosi ,
perasaan altruistik (mengutamakan kepentingan orang lain) dan berpenampilan
menarik perlu bagi remaja untuk membina keakraban lawan jenis.
b.
Melatih
siswa untuk berfikir positif ,empati ,altruistikdan kontrol emosi yang jelas oleh sekolah ( khususnya guru
pembimbing ) dan dilaksanakan sebagai kurikuklum inti bukan kurikulum ekstra.
2. Usaha
membantu tugas perkembangan no.2
Untuk tugas perkembangan ini sekolah
perlu melakukan hal – hal yang berikut :
a.
Melakukan
bimbingan kelompok yang terjadwal.
b.
Melatih
mereka untuk melaksanakan peranan-peranan itu dengan latihan yang terprogram.
c.
Menciptakan
kondisi belajar yang memupuk “kerjasama” agar masing-masing remaja dapat
melaksanakan perannya sesuai dengan jenis kelamin.
d.
Memberi
model teman sebaya,guru dan orang yang dikagumi tentang peran-peran yang
dikagumi remaja tentang peran-peran yang disesuaikan dengan jenis kelamin.
3. Usaha
membantu tugas perkembangan no.3
a.
memberikan
informasi tentang bagaimana merawat fisik sesuai denganjenis kelamin.
b. Melakukan
diskusi atau bimbingan kelompok untuk membahas permasalahan yang menyangkut
perawatan dan mempergunakan fisik mereka
dengan sebaik-baiknya.
4. Usaha untuk
membantu pencapaian tugas perkembangan no.4
a.
Melakukan
diskusi atau bimbingan kelompok dibahas mengapa dan bagaimana emosi remaja yang
mandiri ,dan cara mengatasi emosi yang dialami remaja.
b. Guru
mengharagai dengan sikap yang menyokong ,remaja-remaja yang menampakkan emosi
yang positif dalam menghadapi permasalahan
yang menyakitkan dan bagaimana mengontrol emosi .
c.
Personil
sekolah harus menampilkan emosi yang sabar ,penuh kasih sayang, kebahagiaan
dalam bereaksi.
d. Membicarakan
dengan orang tua ,tentang bagaimana bertingkah laku emossional positif terhadap
remaja , agar remaja berkembang emosi secara positif.
5. Usaha
membantu tugas perkembangan no.5
usaha yang
patut dilakukan oleh sekolah agar anak belajar mandiri secara ekonomi yaitu :
a.
Memberi
kesempatan kepada siswa untuk mengelola koperasi sekolah.
b. Melakukan
pengembangan bakat-bakat khusus yang benar-benar dapat dipergunakan untuk
mencari penghasilan pada masa sekarang atau masa yang akan datang.
6. Usaha
membantu tugas perkembangan no.6
sekolah
dapat melakukan hal-hal sebagai berikut :
a.
Memperkenalkan
potensi-potensi yang dimiliki.
b. Memperkenalkan
berbagai pekerjaan yang dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat ,dalam rangka
memelihara dan memanfaatkan potensi.
c.
Membentuk
keyakinan dalam diri tentang kerja keras dengan memberikan contoh-contoh.
d. Memberikan
penilaian yang tinggi kepada remaja-remaja yang kreatif dalam melakukan hal
yang positif.
7. Membantu
remaja dalam mengembangkan keterampilan intelektual no.7
a.
Memberikan
pengalaman dalam menyusun kurikulum yang benar-benar terkait dengan kebutuhan
dan tuntutantugas perkembangan remaja.
b. Melakukan
metode pembelajaran yang mengaktifkan siswa untuk memecahkan masalah-masalah
dengan memperoleh informasi dari berbagai sumber.
c.
Metode pembelajaran
untuk mengembangkan kerjasama,terutama dalam mempelajari kehidupan
beragama,hukum berwarga negara.
8. Usaha
sekolahuntuk mencapai tugas perkembangan no.8
a.
Memperkaya
informasi siswa tentang kehidupan sosial yang diharapkan dalam kehidupan
sosial.
b. Memperkenalkan
siswa remaja secara langsung kepada kehidupan lembaga sosial yang nyata dan
meminta mereka berperan serta pada lembaga-lembaga yang membutuhkan.
9. Usaha
sekolah untuk membantu mencapai tugas perkembangan no.9
a.
Memperkenalkan
filsafat hidup sesuai dengan nilai-nilai agama,ilmu pengetuan dan budaya yang
dijunjung tinggi melalui berbagai sumber.
b. Memberi
kesempatan kepada siswa untuk mengamati sampai berapa jauh filsafat hidup itu
berperan dalam kehidupan keluarga siswa.
Usaha Pendidikan Dalam Mengembangkan Tugas-Tugas
Perkembangan Remaja
1. Upaya
perkembangan kehidupan pribadi
a.
Hidup sehat
dan teratur serta pemanfaatan waktusecara baik.
b.
Mengerjakan
tugas dan perkembangan praktis sehari-hari secara mandiri dengan penuh tanggung jawab.
c.
Hidup
bermasyarakat dengan melakukan pergaulan yang baik,terutama dengan teman
sebaya.
d.
Menunjukkan
dan melatih cara merespon berbagai
masalah yang dihadapi.
e.
Mengikuti
aturan kehidupan keluarga dengan peuh tanggung jawab dan disiplin.
f.
Melakukan
peran dan tanggung jawab dalm kehidupan keluarga.
2. Upaya
pengembangan kehidupan pendidikan dan karir
Layanan karir yang dapat
dilakukan :
a.
Pemahaman diri,bakat,kemampuan
,minat, keterampilan dan cita-cita pribadi.
b.
Pemahaman
lingkungan,lingkungan pendidikan atau lingkungan pekerjaanserta berbagai
kondisinya.
c.
Cara-cara
mengatasi masalah dan hambatan dalam perencanaan dan pemilihan karir sehubungan dengan
keterbatasanlingkungan dan keadaan karir.
d.
Perencanaan
masa depan.
3. Upaya
pengembangan tugas perkembangan remaja berkenaan dengan kehidupan berkeluarga
untuk mengembangkan keluarga ideal
maka perlu dilakukan :
a.
Bimbingan
tentang cara pergaulan dengan mengajarkan etika pergaulan lewat pendidikan budi
pekerti dan pendidikan keluarga.
b.
Bimbingan
siswa untuk memahami norma yang berlaku baik didalam keluarga ,sekolah maupun
didalam masyarakat.
BAB 3
PENUTUP
3.1
KESIMPULAN
Tugas perkembangan adalah tugas yang muncul pada atau
sekitar periode tertentu dalam kehidupan individu ,pencapaian
(tugas perkembangan) yang sukses berperan penting untuk kebahagiaannya dan
untuk pencapaian tugas-tugas selanjutnya,sedangkan kegagalan (pencapaian
tugas-tugas perkembangan) mengarah timbulnya ketidak bahagiaan dalam diri
individu itu,dan sulit untuk mencapai tugas perkembangan selanjutnya.
Keberhasilan dalam memilih pasangan hidup untuk
membentuk keluarga banyak ditentukan oleh pengalaman dan penyelesaian
tugas-tugas perkembangan masa-masa sebelumnya.
3.2 SARAN
Dengan
adanya makalah ini,mudah-mudahan dapat memacu pembaca untuk lebih tahu tentang
tahap-tahap perkembangan dan tugas – tugas perkembangan itu sendiri .Dan semoga
kita semua bisa mengambil manfaat dengan adanya diskusi psikologi pendidikan
ini.Sehingga kita semua bisa memahami tentang itu dan bisa mengaplikasikan
dalam kehidupan kita khususnya untuk perkembangan.
DAFTAR
PUSTAKA
Drs.
Soemanto,Wasty , 1998 . Psikologi
Pendidikan .Jakarta : Renika Cipta
Prof.Dr.Muhammad,Ali.2006.Psikologi Perkembangan Peserta Didik.Bandung:Bumi
Aksara.
sholeh, munawar Dkk (2005). psikologi
perkembangan . Jakarta: PT Renika Cipta
Tim Dosen
Pembina Mata Kuliah Peserta Didik.2005.Perkembangan
Peserta Didik.
Sugandhi, nani dkk (2012) .Perkembangan
Peserta Didik .Jakarta :PT Raja
Grafindo Persada
Tim Dosen Pembina Mata Kuliah Peserta Didik.2007.Perkembangan Peserta Didik :HEDS-JICA

Komentar
Posting Komentar