PSIKOLOGI PEDIDIKAN TAHAP-TAHAP DAN TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN
PSIKOLOGI PEDIDIKAN
TAHAP-TAHAP DAN TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN
OLEH
:
NAMA : NURVA AFITRI
NIM : 15076016
PRODI : PEND. TEKNIK
INFORMATIKA
GRUP : 1F1
DOSEN
P. : RINALDI S.Psi,M.Si
JURUSAN
ELEKTRONIKA
FAKULTAS
TEKNIK
UNIVERSITAS
NEGERI PADANG
2016
TAHAP-TAHAP DAN TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN
A. Tahap Perkembangan Manusia
1.
Fase Embrionik (dalam
Kandungan/sebelum Dilahirkan)
Perkembangan pada manusia pada
fase embrionik diawali dengan proses pembuahan. Yaitu pertemuan antara sel
telur yang berasal dari perempuan (ibu) dengan sel sperma yang berasal dari
pria (ayah). Inti sel sperma akan melebur dengan inti sel telur dan terbentuk
sebuah sel baru yang disebut zigot.
Zigot ini akan membelah diri menjadi
2 sel, 4 sel, 8 sel, 16 sel, 32 sel, dan seterusnya. Zigot yang telah membelah
menjadi banyak sel tadi akan berkembang menjadi embrio, kemudian menjadi janin
dalam rahim ibu. Lamanya waktu janin tumbuh dan berkambang di dalam rahim ibu,
dari mulai proses pembuahan hingga kelahiran adalah kurang lebih 9 bulan 10
hari. Perkembangan janin selama di dalam
kandungan/rahim dibagi dalam tiga tahapan. Lamanya waktu pada setiap tahapan
adalah tiga bulan.
a. Trimester Pertama
Tiga bulan pertama embrio berkembang
menjadi janin yang panjangnya kurang lebih 5,5 cm. Janin sudah berbentuk
seperti manusia walaupun ukuran kepalanya sangat besar. Di akhir tiga bulan
pertama ini janin juga sudah mulai dapat menggerakkan tangan dan kakinya.
b. Trimester
Kedua
Pada tiga bulan kedua, janin sudah
semakin berkembang dan panjangnya sudah mencapai kurang lebih 19 cm. Tangan dan
kakinya telah berkembang, muka tumbuh memanjang. Pada tiga bulan kedua ini
detak jantung janin juga sudah mulai bisa dideteksi. Gerakan janin juga mulai
aktif.
c. Trimester
Ketiga
Di tiga bulan ketiga terjadi
pertumbuhan ukuran janin sangat cepat. Ukuran tubuh sudah proporsional seperti
bayi. Karena ukuran tubuhnya semakin besar, janin tidak terlalu leluasa
bergerak di dalam rahim. Menjelang kelahiran bayi pada umumnya sudah mencapai
panjang sekitar 50 cm. Berikutnya janin akan lahir ke dunia dan disebutlah
dengan sebutan bayi.
2.
Fase Pasca Embrionik
(setelah dilahirkan) - Tahap-tahap Perkembangan pada Manusia
a.
Balita
Bayi mempunyai kaki namun belum bisa
berjalan dan mempunyai tangan namun belum dapat memegang dengan baik. Bayi
memperoleh makanan dan minuman dari ASI (air susu ibu). Seiring dengan
bertambahnya usia, organ-organ pada bayi juga akan berkembang. Pada usia 1 atau 2 tahun, bayi akan mulai belajar
berjalan dan mengendalikan fungsi anggota tubuh lainnya seperti tangan, kepala,
mulut. Organ-organ tersebut
akan semakin matang pada saat usia anakanak. Pada saat usia masuk sekolah
(sekitar usia 5 tahun)
b.
Anak-anak
Masa anak-anak, yaitu usia 5 hingga
12 tahun. Dalam periode ini, pertumbuhan fisik mulai meningkat baik tinggi
badan maupun berat badan disertai perkembangan koordinasi otot-otot dan
kemampuan mental. Beberapa anak dapat membaca angka-angka dan huruf-huruf
tertentu.
Di atas usia ini, anak telah
berkembang dalam kemampuan berbicara, menulis, membaca, dan beralasan. Pada
usia yang sama, anak telah matang emosinya dan belajar bagaimana bergaul dengan
orang lain.
c.
Remaja
Masa remaja ditandai dengan kematangan organ reproduksi. Perubahan
fisik yang terjadi merupakan tanda kematangan organ-organ reproduksi. Pada
umumnya, organ reproduksi anak perempuan lebih cepat matang dibandingkan organ
reproduksi anak laki-laki.
Beberapa tanda matangnya organ
reproduksi pada anak perempuan adalah tumbuhnya rambut di daerah kemaluan,
membesarnya buah dada, dan terjadi menstruasi. Adapun pada anak laki-laki,
tampak dari membesarnya jakun (sehingga suara menjadi besar), tumbuhnya rambut
di wajah, otot-otot membesar, dan mimpi yang diiringi dengan keluarnya sperma
(mimpi basah).
Penyebab munculnya pubertas adalah
karena kerja hormon estrogen yang dihasilkan ovarium (pada perempuan) dan
testosteron yang dihasilkan testis (pada anak laki-laki). Akibatnya,
organ-organ reproduksi berfungsi dan tubuhmu mengalami perubahan. Salah satu
ciri pubertas pada anak perempuan adalah menstruasi.
d.
Dewasa
Setelah melewati masa remaja, akan
memasuki masa dewasa sebagai tahapan selanjutnya dari perkembangan manusia.
Pada masa ini pertumbuhan tubuhmu mencapai ukuran maksimal. Tinggi badan akan
terhenti pada usia sekitar dua puluh tahunan. Selama masa
dewasa, pemahaman emosional akan terus berkembang, berpotensi untuk terus
belajar, mengembangkan diri dalam hal keterampilan, dan aktualisasi diri,
bekerja, membina hubungan sosial, dan terus berprestasi.
e.
Masa Tua
Segala potensi pada masa dewasa akan
mengalami kemunduran ketika memasuki masa tua. Ini terjadi pada usia sekitar 60
– 65 tahun. Tubuh semakin rentan, wajah dan tangan mulai keriput, kesehatan
menurun, kecerdasan menurun. Bahkan pada
usia lanjut orang mudah lupa dan membutuhkan banyak istirahat, sehingga lebih
banyak menghabiskan waktunya untuk beristirahat. Pada masa ini aktivitasnya
menurun dan mulai sulit melakukan kegiatan sehari-hari, seperti berjalan dan
aktivitas seperti biasanya.
B. Tugas
Perkembangan Masa Kanak-Kanak
Beberapa tugas perkembangan masa
kanak-kanak, yaitu:
1.
Toilet training, Hakikat tugas yang harus dipelajari
anak yaitu buang air kecil dan buang air besar yang bisa diterima secara sosial
(baik waktu maupun tempatnya).
2.
Belajar membedakan jenis kelamin, serta dapat bekerja
sama dengan jenis kelamin lain. Melalui observasi, maka anak akan melihat
tingkah laku yang berbeda jenis kelamin satu dengan yang lain dan melalui
latihan-latihan mereka akan bertingkah laku seperti anak laki-laki atau anak
perempuan.
3.
Belajar mencapai stabilitas fisiologis. Manusia pada
waktu lahir, sangatlah labil jika dibandingkan dengan fisiologis orang dewasa,
anak akan cepat sekali merasakan perubahan dari panas ke dingin.
4.
Pembentukan konsep-konsep yang sederhana mengenai
kenyataan-kenyataan yang bersifat sosial dan yang bersifat fisik. Anak akan
belajar mengamati benda dan membuat generalisasi serta mengarahkan pada satu
nama, misalnya bulat, binatang, manusia.
5.
Belajar untuk menghubungkan diri sendiri secara
emosional dengan orang lain, sanak saudara dan orang lain. Melalui gerak-gerik
anak, anak dinyatakan sedang belajar mencari pengalaman dari orang lain;interaksi
anak dengan orang lain menjadikannya mampu meniru dan dapat
mengidentifikasikan diri terhadap orang lain sesuai dengan keinginannya.
6. Belajar
membedakan baik dan buruk yang berarti mengembangkan kata hati (hati nurani).
Belajar mengembangkan kata hati, berarti supaya anak dapat hidup dalam
masyarakat anak harus mengetahui apa yang benar dan yang salah, teladan,
hukuman dan ganjaran.
C. Tugas Perkembangan
pada Masa Remaja
Masa remaja merupakan masa peralihan
dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Pada masa ini, remaja mencari jati
dirinya yang dapat menjawab siapa dirinya, bagaimana orang lain menilai dirinya
dan bagaimana hubungannya dengan orang di sekelilingnya. Mereka akan
diombang-ambing perasaan antara masih anak-anak, tetapi mereka merasa sudah
dewasa. Mereka akan mencari keseimbangan dengan memainkan beberapa peran yang
dianggapnya baik. Pada umumnya kesadaran identitas anak akan berkembang dari
penilaian oleh kelompoknya, orang tuanya, dan oleh dirinya sendiri (Erickson).
Tugas-tugas perkembangan seorang
remaja menurut Havighurst adalah sebagai berikut:
§ Menguasai
kemampuan membina hubungan baru yang lebih matang dengan teman sebaya atau
berbeda jenis kelamin
§ Menguasai
kemampuan melaksanakan peranan sosial sesuai dengan jenis kelamin
§ Menerima
keadaan fisik dan mengaktualisasikan secara efektif
§ Mencapai kemerdekaan
emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya.
§ Memiliki
kemampuan untuk mandiri secara ekonomi
§ Memiliki
kemampuan untuk memilih dan mempersiapkan diri untuk karir
§ Berkembangnya
keterampilan intelektual dan konsep-konsep yang perlu untuk menjadi warga
negara yang baik
§ Memiliki
keinginan untuk brtanggung jawab terhadap tingkah laku sosial
Seorang remaja dalam mencapai tugas-tugas
perkembangannya dapat dipisahkan ke dalam tiga tahap secara berurutan (Kimmel,
1995: 16). Tahap yang pertama adalah remaja awal, di mana tugas-tugas
perkembangan yang harus diselesaikannya sebagai remaja adalah pada penerimaan
terhadap keadaan fisik dirinya dan menggunakan tubuhnya secara lebih efektif.
Tahapan yang kedua adalah remaja madya, di mana tugas
perkembangan yang utama adalah mencapai kemandirian dan otonomi dari orang tua,
terlibat dalam perluasan hubungan dengan kelompok baya dan mencapai kapasitas
keintiman hubungan pertemanan; dan belajar menangani hubungan heteroseksual,
pacaran dan masalah seksualitas.
Tahapan yang ketiga adalah remaja akhir, di mana tugas
perkembangan utama bagi individu adalah mencapai kemandirian seperti yang
dicapai pada remaja madya, namun berfokus pada persiapan diri untuk benar-benar
terlepas dari orang tua, membentuk pribadi yang bertanggung jawab,
mempersiapkan karir ekonomi, dan membentuk ideologi pribadi yang di dalamnya
juga meliputi penerimaan terhadap nilai dan sistem etik.
D. Tugas Perkembangan Masa Dewasa
a. Dewasa Awal
Dewasa awal adalah masa peralihan
dari masa remaja. Masa remaja yang ditandai dengan pencarian identitas diri,
pada masa dewasa awal, identitas diri ini didapat sedikit-demi sedikit sesuai
dengan umur kronologis dan mental ege-nya.
Hurlock (1990) mengatakan bahwa
dewasa awal dimulai pada umur 18 tahun samapi kira-kira umur 40 tahun, saat
perubahan-perubahan fisik dan psikologis yang menyertai berkurangnya kemampuan
reproduktif.
Dewasa awal adalah masa kematangan
fisik dan psikologis. Menurut Anderson (dalam Mappiare : 17) terdapat 7 ciri
kematangan psikologi, ringkasnya sebagai berikut:
1.
Berorientasi pada tugas, bukan pada
diri atau ego; minat orang matang berorientasi pada tugas-tugas yang
dikerjakannya,dan tidak condong pada perasaan-perasaan diri sendri atau untuk
kepentingan pribadi.
2.
Tujuan-tujuan yang jelas dan kebiasaan-kebiasaan kerja
yang efesien; seseorang yang matang melihat tujuan-tujuan yang
ingin dicapainya secara jelas dan tujuan-tujuan itu dapat didefenisikannya
secara cermat dan tahu mana pantas dan tidak serta bekerja secara terbimbing
menuju arahnya.
3.
Mengendalikan perasaan pribadi; seseorang
yang matang dapat menyetir perasaan-perasaan sendiri dan tidak dikuasai oleh
perasaan-perasaannya dalam mengerjakan sesuatu atau berhadapan dengan orang
lain. Dia tidak mementingkan dirinya sendiri, tetapi mempertimbangkan pula
perasaan-perasaan orang lain.
4.
Keobjektifan; orang matang memiliki sikap
objektif yaitu berusaha mencapai keputusan dalam keadaan yang bersesuaian
dengan kenyataan.
5.
Menerima kritik dan saran; orang
matang memiliki kemauan yang realistis, paham bahwa dirinya tidak selalu benar,
sehingga terbuka terhadap kritik-kritik dan saran-saran orang lain demi
peningkatan dirinya.
6.
Pertanggungjawaban terhadap usaha-usaha pribadi; orang yang
matang mau memberi kesempatan pada orang lain membantu usahan-usahanya untuk
mencapai tujuan. Secara realistis diakuinya bahwa beberapa hal tentang usahanya
tidak selalu dapat dinilainya secara sungguh-sunguh, sehingga untuk itu dia
bantuan orang lain, tetapi tetap dia brtanggungjawab secara pribadi terhadap usaha-usahanya.
7.
Penyesuaian yang realistis terhadap situasi-situasi
baru; orang
matang memiliki cirri fleksibel dan dapat menempatkan diri dengan
kenyataan-kenyataan yang dihadapinya dengan situasi-situasi baru.
Optimalisasi
perkembangan dewasa wal mengacu pada tugas – tugas perkembangan dewasa awal
menurut R. J.Havigurst(1953:9) mengemukakan rumusan tugas – tugas perkembangan
dalam masa dewasa awal sebagai berikut :
1.
Memilih teman bergaul (sebagai calon suami
atau istri )
2.
Belajar hidup bersama dengan suami atau
istri
3.
Mulai hidup dalam keluarga atau hidup
berkeluarga
4.
Belajar mengasuh anak – anak
5.
Mengelola rumah tangga
6.
Mulai bekerja dalam suatu jabatan
7.
Mulai bertanggung jawab sebagai warga
negara secara layak
8.
Memperoleh kelompok sosial yang seirama
dengan nilai – nilai pahamnya
b.
Dewasa Akhir
Menurut Hurlock (1980:380) bahwa
ciri-ciri usia lanjut lebih cenderung menuju dan membawa kepada penyesuaian
diri yang buruk daripada yang baik, dan pada kesengsaraan daripada kebahagiaan,
oleh karena itu memasuki usia lanjut lebih ditakuti dibandingkan dengan
memasuki usia dewasa madya.
Beberapa ciri yang dikemukakan Hurlock diantaranya
adalah:
1. Terjadinya periode kemunduran pada usia lanjut
2. Pada saat memasuki usia lanjut, kemunduran fisik dan mental terjadi secara
perlahan atau disebut dengan “senescene”, dimana seseorang akan menjadi tua
pada usia limapuluhan atau tidak sampai pada awal atau akhir usia enampuluhan.
Penyebab fisik dari kemunduran ini adalah perubahan pada sel-sel tubuh yang
juga ikut menua. Kemunduran ini juga terjadi pada faktor psikologis, sikap yang
tidak senang terhadap diri sendiri, orang lain, pekerjaan dan kehidupan umumnya
dapat membawa seseorang pada keadaan uzur atau menua. Hal ini juga akan sangat
berkaitan dengan motivasi. Orang yang motivasinya untuk hidup lemah maka akan
cepat mengalami penuaan sebaliknya yang memiliki motivasi kuat akan mengalami
perubahan fisik yang lambat.
3. Perbedaan individual pada efek menua
Proses menua akan mempengaruhi orang-orang secara
berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh karena mereka mempunyai sifat-sifat
bawaan yang berbeda-beda, sosio-ekonomi yang berbeda-beda dan latar pendidikan
yang berbeda. Perbedaan juga akan terjadi pada pria dan wanita. Perbedaan
proses tersebut akan membuat antara satu orang dengan yang lain menyikapi
proses menua dengan cara berbeda dalam waktu yang sama
4. Usia dini yang dinilai dengan kriteria yang berbeda
Banyak orang usia dewasa akhir melakukan segala apa
yang dapat mereka sembunyikan atau samarkan yang menyangkut tanda-tanda penuaan
fisik dengan memakai pakaian orang muda dan berpura-pura mempunyai tenaga muda.
Dengan cara demikian banyak orang dewasa akhir yang menyamarkan dan membuat
ilusi mereka belum lanjut usia.
Tugas-tugas perkembangan orang
lanjut usia
Orang dewasa akhir yang berkembang
dengan baik mampu menampilkan kemempuan-kemampuan berikut:
a. Menciptakan kepuasan dalam keluarga sebagai tempat
tinggal dihari tua.
b. Menyesuaikan hidup dengan penghasilan sebagai
pensiunan.
c. Membina kehidupan rutin yang menyenangkan.
d. Saling merawat sebagai suami istri.
e. Mampu menghadapi kehilangan pasangan dengan sikap
positif (mejadi janda atau duda)
f. Memelihara sanak saudara yang sudah tua.
g. Melakukan hubungan dengan anak-anak dan cucu-cucu.
h. Mengembangkan minat dan perhatian terhadap orang
lain diluar keluarga.
i. Menemukan arti hidup dengan nilai moral yang
tinggi.
E. Tugas Perkembangan dan
Implementasinya dalam pembelajaran.
Prinsip perkembangan yang perlu
dipahami untuk dapat menyelenggarakan pendidikan berbasis pada perkembangan
yaitu :
1. Perkembangan fisik, kognitif, dan sosioemosional
merupakan domain yang saling berkaitan. Perkembangan dalam satu domain dapat
mempengaruhi dan dipengaruhin oleh perkembangan pada domain lainnya.
2. Perkembangan terjadi dalam urutan yang relative
teratur dengan kemampuan keahlian dan pengetahuan yang terbentuk kemudian akan
didasarkan pada keahlian, kemampuan dan pengetahuan yang sudah diperoleh
sebelumnya. Pengetahuan tentang perkembangan khas dalam rentang usia ini bisa
menjadi kerangka umum untuk menjadi pedoman guru dalam mempersiapkan lingkungan
belajar.
3. Variasi individual mengkarakterisasi perkambangan
anak. Setiap anak adalah individu yang unik dan semua punya kekuatan, kebutuhan,
dan minat masing-masing. Mengenali variasi individu ini merupakan aspek utama
untuk menjadi guru yang kompeten.
4. Perkambangan dipebgaruhi oleh konteks social dan
cultural yang beragam, guru perlu memahami bagaimana konteks sosiokultural
seperti etnis, kemiskinan yang mempengaruhi perkembangan anak. Guru perlu
mempelajari kultur mayoritas anak jika berbeda dari kulturnya sendiri.
5. Anak-anak adalah pembelajar aktif dan harus
didorong untuk mengkonstruksi pemahaman dunia di sekitarnya. Anak-anak memberi
kontribusi proses belajar mereka sendiri saat mereka berusaha untuk memberi
makna atas pengalaman keseharian mereka.
6. Perkembangan akan meningkat jika anak diberi
kesempatan untuk mempraktikkan keahlian baru dan jika anak merasakan tantangan
diluar kemampuan mereka saat itu.
7. Anak-anak
akan berkambang dengan amat baik dalam konteks komunitas dimana mereka aman dan
dihargai kebutuhan fisiknya dipenuhi dan mereka merasa aman secara sikologis.
Perkembangan Sosioemosional
Perkembangan ini berhubungan dengan
perkembangan diri, penghargaan diri. Perkembangan ini berhubungan dengan
keluarga, teman sebaya, dan sekolah. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk
meningkatkan rasa harga diri pada anak adalah dengan menerapkan empat kunci
untuk meningkatkan rasa harga diri yaitu :
1. Mengidentifikasi penyebab rendah diri dan
kompetensi penting bagi diri. Pada anak-anak yang diabaikan keluarga dukungan
dari teman dan sekolah untuk meningkatkan kompetensinya akan meningkatkan harga
diri anak.
2. Memberi dukungan emosional dan penerimaan social.
Anak-anak yang berasal dari keluarga yang banyak menyalahkan anak, menghina
anak, penilaian negative dapat dibantu dengan dukungan emosional ini.
3. Membantu anak mencapai tujuannya dan berprestasi.
Perkembangan Fisik
Guru perlu menyadari bahwa keadaan
fisik dan semua perubahan-perubahan yang dialami siswa dalam proses
perkembangannya mempengaruhi proses belajar siswa. Oleh karena itu guru perlu
memberi informasi kepada siswa tentang hal ini sehingga mereka dapat memahaminya
secara benar dan siap secara mental menghadapinya. Sejalan dengan ini guru juga
perlu memperhatikan keadaan fisik ini dalam manajemen kelas. Dengan cara ini
faktor-faktor fisik yang kemungkinan akan menghambat proses belajar siswa dapat
dikendalikan sehinggatidak sampai berpengaruh secara meluas.
Perkembangan Moral
Merupakan tahap pertama perkembangan
moral menurut teori Piaget yang terjadi kira-kira pada usia 4-7 tahun. Keadilan
dan aturan-aturan dibayangkan sebagai sifat-sifat dunia yang tidak boleh berubah,
yang lepas dari kendali manusia.
Pemikir Heteronomous menilai
kebenaran atau kebaikan perilaku dengan mempertimbangkan akibat dari perilaku
itu, bukan maksud dari pelaku. Misal:
memecahkan 12 gelas secara tidak sengaja lebih buruk daripada memecahkan 1
gelas dengan sengaja, ketika mencoba mencuri sepotong kue. Pemikir Heteronomous yakin bahwa aturan tidak boleh
berubah dan digugurkan oleh semua otoritas yang berkuasa.
Ketika Piaget menyarankan agar
aturan diganti dengan aturan baru (dalam permainan kelereng), anak-anak kecil
menolak. Mereka bersikeras bahwa aturan harus selalu sama dan tidak boleh
diubah. Meyakini keadilan yang immanen, yaitu konsep bahwa
bila suatu aturan dilanggar, hukuman akan dikenakan segera. Yakin bahwa pelanggaran dihubungkan secara otomatis
dengan hukuman.
PERTANYAAN
1. Berikut
ini termasuk tugas-tugas perkembangan pada masa anak-anak, kecuali ...
a. Belajar
mencapai stabilitas fisiologis c.
Belajar mengenal jenis kelamin
b. Toilet
training d.
Menerima keadaan fisik
2. Memiliki
keinginan untuk bertanggung jawab terhadap tingkah laku sosial merupakan tugas
perkembangan pada masa ...
a. Balita c.
Remaja
b. Anak-anak d.
Dewasa
3. Dalam
mencapai tugas-tugas perkembangan remaja dibagi menjadi beberapa tahapan dan
salah satunya adalah tahapan di mana tugas perkembangan yang utama adalah mencapai
kemandirian dan otonomi dari orang tua, terlibat dalam perluasan hubungan
dengan kelompok baya dan mencapai kapasitas keintiman hubungan pertemanan,
tahapan yang dimaksud adalah tahapan pada remaja ...
a. Awal
c.
Akhir
b. Madya d.
Dewasa
4. Salah
satu ciri kematangan psikologi pada masa dewasa awal adalah ...
a. Mempunyai
tujuan yang jelas dan kebiasaan kerja yang efisien
b. Bersifat
labil
c. Belum
dapat mengendalikan diri
d. Mengalami
perkembangan fisiologi
5. Usaha
yang dapat dilakukan untuk mengembangkan tugas-tugas perkembangan para pendidik
perlu memahami tugs remaja yang berkenaan dengan hal berikut, kecuali ...
a. Kehidupan
pribadi remaja sebagai individu
b. Kehidupan
pendidikan dan kehidupan karir
c. Kehidupan
berkeluarga
d. Kehidupan
sosial
KUNCI
JAWABAN
1.
D
2.
C
3.
B
4.
A
5.
D
DAFTAR
PUSTAKA
Amri, azalista. 2012. Tugas Perkembangan Remaja Awal. (Online)
https://imamri.wordpress.com/tag/tugas-perkembangan-dewasa-awal/
, diakses pada 20 Februari 2015.
Firwinda, yuni. 2014. Tahap-Tahap dan Tugas-Tugas Perkembangan.
(Online) http://yunifirwinda.blogspot.com/2014/11/tahap-tahap-dan-tugas-tugas-perkembangan.html
, diakses pada 20 Februari 2015.
Hikmah, rezki ayana.
2014. Tahap-tahap dan Tugas Perkembangan.
(Online) http://rezkiayanahikmah.blogspot.com/2014/04/tahap-tahap-dan-tugas-perkembangan.html,
diakses pada 20 Februari 2015.

Komentar
Posting Komentar