PROYEK AKHIR tentang OTOMATISASI PALANG PINTU KERETA API MENGGUNAKAN KOMUNIKASI WIRELESS XBEE


banyak gambar yang tidak tampak jadi file wordnya bisa di download di:

https://drive.google.com/file/d/1V1p_NNrGbf96gSgzuwPWOa18C0I32o3N/view?usp=sharing 



OTOMATISASI PALANG PINTU KERETA API MENGGUNAKAN KOMUNIKASI WIRELESS XBEE

 

 

 

 

PROYEK AKHIR

 

 

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Program Studi DIII Jurusan Teknik Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang

 





 

                                                             Oleh: IKHSAN NAUVAL

15066022/2015

 

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI DIII TEKNIK ELEKTRONIKA JURUSAN TEKNIK ELEKTRONIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2019


 

 

 

ABSTRAK

 

 

Ikhsan Nauval        :    Otomatisasi Palang Pintu Kereta Api Menggunakan Komunikasi Wirelles XBee

 

 

Kecelakaan lalu lintas pada perlintasan rel kereta api kerap terjadi akhir-akhir ini di Indonesia. Kecelakaan tersebut telah menimbulkan banyak korban jiwa baik yang hanya luka-luka maupun yang meninggal serta sejumlah kerugian material lainnya.Penyebab terjadinya kecelakaan tersebut umumnya karena tidak adanya pintu perlintasan, atau kegagalan pintu menutup saat dibutuhkan atau kegagalan operator untuk memerintahkan penutupan pintu perlintasan (human error). Dalam rangka mengurangi kecelakaan tersebut perlu kiranya setiap perlintasan diberi pintu perlintasan. Dan untuk menggurangi human error sebaiknya pintu tersebut bekerja secara otomatis. Untuk itu perlu dikembangkan teknologi yang mampu mengatasi masalah tersebut. Jurnal ini bermaksud mengguraikan sebuah prototype teknologi hasil rancangan sendiri berupa pintu perlintasan rel kereta api yang otomatis. Komponen utama yang dipakai pada sistem ini adalah mikrokontroler dan teknologi komunikasi Xbee sebagai radio frekuensi. Berdasarkan hasil uji coba ternyata alat ini bekerja dengan baik. Pintu dapat bekerja secara otomatis jika ada kereta api yang akan lewat. Sebaliknya jika kereta api sudah lewat maka pintu akan terbuka secara otomatis. Implementasi alat ini pada lokasi dengan kondisi ruangan yang terbuka tanpa ada halangan sehingga Xbee bisa bekerja dengan jangkauan yang maksimal.

 

 

Kata Kunci: Arduino Uno, Ultrasonik, Piezoelektrik, Buzzer, Led, XBee dan Motor Servo.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

i


 

 

DAFTAR ISI

 

 

Halaman

ABSTRAK.............................................................................................................. i

DAFTAR ISI.......................................................................................................... ii

BAB I    PENDAHULUAN

A.        Latar Belakang.................................................................................... 1

B.         Identifikasi Masalah........................................................................... 4

C.         Batasan Masalah................................................................................. 4

D.        Rumusan Masalah............................................................................... 5

E.         Tujuan Proyek Akhir........................................................................... 5

F.         Manfaat Proyek Akhir........................................................................ 6

BAB II LANDASAN TEORI

A.        Komunikasi Wirelles menggunakan XBee......................................... 7

B.         Arduino Uno....................................................................................... 8

C.         PembuatanProgram......................................................................... 12

D.        Sensor Ultrasonik.............................................................................. 13

E.         Sensor Piezoelektrik.......................................................................... 17

F.         Modul tipe Xbee................................................................................ 20

G.        Motor Servo...................................................................................... 22

H.        Buzzer............................................................................................... 26

I.           Light Emitting Dioda....................................................................... 27

J.          Infraret Foto Dioda......................................................................... 28

K.         LCD................................................................................................. 29

 

 

 

 

ii


 

 

L.         Power Supply................................................................................... 32

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

A.        Perancangan Sistem.......................................................................... 35

B.         Prinsip Kerja Alat............................................................................. 37

C.         Perancangan Perangkat Keras........................................................... 38

D.        Perancangan Perangkat Lunak.......................................................... 44

E.         Perencanaan Pembuatan Alat........................................................... 45

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A.      Pengujian Software.......................................................................... 47

B.       Pengujian Hardware........................................................................ 47

C.       Analisa Softwere............................................................................. 53

BAB V PENUTUP

A.      Kesimpulan...................................................................................... 58

B.       Saran................................................................................................ 58

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................ 59

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

iii


 

BAB I PENDAHULUAN

 

A.     Latar Belakang Masalah

 

Transportasi merupakan alat yang membantu manusia mencapai suatu tempat dengan waktu yang lebih cepat. Transportasi sendiri juga terdiri dari 3 sektor yaitu transportasi darat, udara, dan laut. Di setiap sektor terdapat berbagai jenis transportasi, baik yang bersifat transportasi publik maupun private. Di Indonesia terdapat berbagai macam transportasi yang bisa digunakan masyarakat, namun di kota-kota besar transportasi yang tersedia lebih beragam. Salah satu contoh transportasi darat yaitu kereta api.

Kereta api adalah bentuk transportasi rel yang terdiri dari serangkaian kendaraan yang ditarik sepanjang jalur kereta api untuk mengangkut penumpang. Kereta api merupakan alat transportasi massal yang umumnya terdiri dari lokomotif (kendaraan dengan tenaga gerak yang berjalan sendiri). Rangkaian kereta api atau gerbong tersebut berukuran relatif luas. Keunggulan dari kereta api yaitu dapat mengangkut banyak orang dalam sekali perjalanan atau bersifat massal, irit bahan bakar, efisien, hemat pemakaian lahan, ramah lingkungan dan relatif aman. Dengan memiliki berbagai keunggulan tersebut sudah saatnya kereta api menjadi pilihan utama dalam mengatasi kemacetan di jalan raya, terutama di kota-kota besar di Indonesia serta menjadi angkutan utama di Indonesia.

 

 

1


 

Selain keunggulan, kereta api juga memiliki beberapa kelemahan. Kelemahan kereta api yaitu memerlukan fasilitas infrastruktur khusus yang tidak bisa digunakan oleh moda angkutan lain, sebagai konsekuensinya perlu menyediakan alat angkut yang khusus (lokomotif dan gerbong). Pelayanan jasa orang/barang hanya terbatas pada jalurnya. Disamping itu juga dapat menggangu transportasi yang lain misalnya persilangan jalur rel kereta api pada jalan raya.

Sistem keamanan pada jalur perlintasan kereta api di kota padang masih menggunakan palang pintu kereta api secara manual. Kelemahan dari sistem manual tersebut mengakibatkan terjadinya kecelakaan yang disebabkan oleh kelalaian pada penjaga palang pintu kereta api. Tidak adanya palang pintu di beberapa titik jalur perlintasan kereta api di kota padang juga mengakibatkan terjadinya kecelakaan. Berdasarkan catatan Divre II PT Kereta Api Indonesia (KAI) sepanjang jalur Padang-Pariaman perlintasan kereta api semuanya berjumlah 763 palang, dimana 43 palang pintu atau 5.63% dijaga oleh petugas dan 131 palang pintu atau 17.17% tidak dijaga oleh petugas sedangkan perlintasan yang tidak mempunyai petugas dan palang pintu berjumlah 589 titik atau 77.2%. Seperti terlihat pada tabel 1.


 

 

No

Jalur perlintasan Kereta api

Jumla h

Persen

1

Dijaga

43

5.63

2

Tidak dijaga

131

17.17

3

Liar

589

77.2

Total

763

100

Sumber: http://www.republika.co.id

 

Menyikapi kondisi tersebut, dibutuhkan perubahan dalam sistem palang pintu kereta api. Suatu sistem peralatan yang ditangani oleh komputer, supaya lebih praktis, lebih efisien dan mengurangi terjadinya human error.

Sistem palang pintu kereta api merupakan sebuah sistem  yang dirancang untuk melakukan suatu pekerjaan secara otomatis pada sebuah perlintasan kereta api agar angka kecelakaan diperlintasan kereta api dengan jalan raya dapat dikurangi dan juga merupakan suatu alat keamanan pada jalur transportasi kereta api. Pengaman ini dilakukan dengan cara penutupan pintu perlintasan jalan (portal) yang nantinya akan menghentikan jalan lalu lintas agar kendaraan berhenti sementara untuk mendahulukan kereta api yang lewat.

Berdasarkan latar belakang maka dibuatlah proyek akhir yang berjudul “Otomatisasi Palang Pintu Kereta Api Menggunakan Komunikasi Wireless XBee”. Sedangkan pada bagian hardwere, yaitu Ilham Syaputra 16066019/2016 dengan judul “Rancang Bangun Sistem Palang Pintu Kereta Api Otomatis Menggunakan Sensor Ultrasonik dan Piezoelektrik Berbasis Arduino”. dan pada bagian softwere, yaitu Ihsanul Fikri 16066017/2016 dengan judul


 

“Perancangan Sistem Palang Pintu Kereta Api Otomatis Menggunakan Sensor Ultrasonik dan Piezoelektrik Berbasis Arduino”.

 

 

B.      Identifikasi Masalah

 

Berdasarkan latar belakang masalah, dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut:

1.            Palang Pintu Kereta Api masih di kendalikan secara manual oleh manusia.

 

2.            Banyaknya kecelakaan yang terjadi akibat palang pintu kereta api yang menutup terlalu lama.

3.            Masih ada palang pintu kereta api manual tanpa ada penjaganya.

 

4.            Masih adanya perlintasan kereta api yang tidak memiliki palang pintu.

 

 

 

C.     Batasan Masalah

 

Agar penyelesain proyek akhir ini lebih terarah pada penyelesaiannya maka penulis menggunakan beberapa batasan-batasan yaitu :

1.                      Piezoelektrik digunakan sebagai pendeteksi getaran.

 

2.                      Ultrasonik digunakan sebagai pendeteksi udara.

 

3.                      XBee digunakan sebagai pengirim data.

 

4.                      Mikrokontroler ATMega328 digunakan untuk mengirim data dan menerima data pada xbee dalam mengendalikan sistem pengamatan perlintasan kereta api.

5.                      Pengaturan motor servo berdasarkan data yang diberikan sensor.


 

6.                      LED dan buzzer hanya aktif apabila palang pintu kereta api membuka atau menutup.

7.                      Proses simulasi hanya menggunakan satu kereta api sebagai objek percobaan.

8.                      Tekanan yang disimulasikan hanya Tekanan dari kereta api.

 

 

 

D.     Rumusan Masalah

 

Berdasarkan batasan masalah dapat dirumuskan permasalahannya yaitu “Bagaimana Merancang dan Membuat Alat Palang Pintu Kereta Api Otomatis Berbasis Arduino?”

 

 

E.      Tujuan Proyek Akhir

 

Adapun tujuan dari proyek akhir ini adalah:

 

1.                      Mengaplikasikan motor servo kedalam suatu sistem yang terkontrol untuk membuat suatu kerja alat yang terkoordinir.

2.                      Merancang sebuah prototype palang pintu kereta api otomatis berbasis arduino.

3.                      Mengaplikasikan modul XBee untuk mengirim sinyal frekuensi ke Arduino.

4.                      Menghasilkan alat palang pintu kereta api otomatis menggunakan sensor ultrasonik dan piezoelektrik berbasis arduino.


 

F.      Manfaat Proyek Akhir

 

Adapun manfaat dari proyek akhir ini adalah:

 

1.                 Mengurangi penggunaan tenaga manusia untuk menjaga palang pintu kereta api konvensional.

2.                 Mengurangi terjadinya kecelakaan disaat kereta api melintas.

 

3.                 Diperolehnya suatu alat untuk mengontrol palang pintu kereta api otomatis berbasis arduino.

4.                 Memberikan nilai kemajuan khususnya dibidang teknologi karena saat ini kebanyakan pengontrolnya masih secara manual.


BAB II LANDASAN TEORI

 

A.        Komunikasi Wireless Serial Menggunakan Xbee

 

XBee merupakan modul RF yang didesain dengan standardprotocol IEEE

 

802.15.4  dan  sesuai  dengan  kebutuhan  sederhana  untuk  jaringan wireless.

 

Kelebihan utama yang menjadikan XBee sebagai komunikasi serial nirkabel karena XBee memiliki konsumsi daya yang rendah yaitu hanya 3,3 V dan beroperasi pada rentang frekuensi 2,4 GHz.

 

Gambar 1. Komponen Xbee

Sumber: https://belajarduino.blogspot.com/2014/01/penampil-data-pada- komputer-melalui.html

 

Dalam melakukan komunikasi dengan perangkat lainnya Xbee mampu melakukan komunikasi dengan dua macam komunikasi yang berbeda, tergantung dari perangkat apa yang dihubungkan dengan modul Xbee. Komunikasi dapat dilakukan dengan menggunakan jaringan wireless dan komunikasi secara serial.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7


Komunikasi serial merupakan komunikasi data dengan pengiriman data secara satu per satu dengan menggunakan satu jalur kabel data. Sehingga komunikasi serial hanya menggunakan 2 kabel data yaitu kabel data untuk pengiriman yang disebut transmit (Tx) dan kabel data untuk penerimaan yang disebut receive (Rx). Kelebihan dari komunikasi serial adalah jarak pengiriman dan penerimaan dapat dilakukan dalam jarak yang cukup jauh dibandingan dengan komunikasi parallel tetapi kekurangannya adalah kecepatan lebih lambat

daripada komunikasi parallel, untuk saat ini sedang dikembangkan teknologi serial baru yang dinamakan USB (Universal Serial Bus) yang memiliki kecepatan pengiriman dan penerimaan data lebih cepat di banding serial biasa.

 

 

B.      Arduino Uno

 

Arduino uno adalah sebuah board microcontroler yang berbasis ATMega328. Arduino memiliki 14 pin input/output yang mana 6 pin dapat digunakan sebagai output PWM, 6 analog input, crystal osilator 16 MHz, koneksi USB, jack power, kepala ICSP, dan tombol reset. Arduino mampu men-support microcontroler; dapat dikoneksikan dengan komputer menggunakan kabel USB. Gambar board arduino uno terdapat pada gambar 1

:


 

 

Gambar 2. Board Arduino Uno

Sumber : https://www.arduino.cc/en/Main/arduinoBoardDiecimila

 

Arduino merupakan sebuah board minimum sistem microcontroler yang bersifat open source. Didalam rangkaian board arduino terdapat microcontroler AVR seri ATMega328 yang merupakan produk dari Atmel.

Arduino memiliki kelebihan tersendiri dibanding board microcontroler yang lain selain bersifat open source, arduino juga mempunyai bahasa pemogramannya sendiri yang berupa bahasa C. Selain itu dalam board arduino sendiri sudah terdapat loader yang berupa USB sehingga memudahkan ketika memprogram microcontroler didalam arduino. Sedangkan pada kebanyakan boardmicrocontroler yang lain yang masih membutuhkan rangkaian loader terpisah untuk memasukkan program ketika memprogram microcontroler. Port USB tersebut selain untuk loader ketika memprogram, bisa juga difungsikan sebagai port komunikasi serial.

Arduino menyediakan 20 pin I/O, yang terdiri dari 6 pin input analog dan 14 pin digital input/output. Untuk 6 pin analog sendiri bisa juga difungsikan sebagai output digital jika diperlukan output digital tambahan


selain 14 pin yang sudah tersedia. Untuk mengubah pin analog menjadi digital cukup mengubah konfigurasi pin pada program. Dalam board bisa dilihat pin digital diberi keterangan 0-13, jadi untuk menggunakan pin analog menjadi output digital, pin analog yang pada keterangan board 0-5 kita ubah menjadi pin 14-19. dengan kata lain pin analog 0-5 berfungsi juga sebagi pin output digital 14-16.

Sifat open source arduino juga banyak memberikan keuntungan tersendiri, karena dengan sifat open source komponen yang dipakai tidak hanya tergantung pada satu merek, namun juga bisa dipakai untuk semua komponen yang ada dipasaran.

Microcontroller

ATmega328

Tegangan Pengoperasian

5 V

Tegangan          Input          yang

 

disarankan

7-12 V

Batas Tegangan Input

6-20 V

Jumlah Pin I/O digital

14    pin    digital    (6    diantaranya

 

menyediakan keluaran PWM)

Jumlah pin input Analog

6 pin

Arus DC tiap pin I/O

40 Ma

Arus DC untuk pin 3,3 V

50 Ma

Memori Flash

32 KB (ATmega 328) sekitar 0,5

 

 

Deskripsi arduino uno terdapat pada tabel 2. Tabel 2. Deskripsi Arduino Uno.


 

 

KB digunakan untuk bootloader

SRAM

2 KB (ATmega 328)

EPROM

1 KB (ATmega 328)

Clock Speed

16 Hz

 

Sumber : http://www.arduino.cc

 

1.    Input & Output Arduino Uno

 

Setiap 14 pin digital pada arduino dapat digunakan sebagai input atau output, menggunakan fungsi pinMode(), digitalWrite(), dan digitalRead(). Input/output dioperasikan pada 5 volt. Setiap pin dapat menghasilkan atau menerima maksimum 40 mA dan memiliki internal pull-up resistor (disconnected oleh default) 20-50 KΩ.

Beberapa pin memiliki fungsi sebagai berikut:

 

a.                   Serial : 0 (RX) dan 1 (TX). Digunakan untuk menerima (RX) dan mengirim (TX) TTL data serial. Pin ini terhubung pada pin yang koresponding dari USB ke TTL chip serial.

b.                  Interupt eksternal : 2 dan 3. Pin ini dapat dikonfigurasikan untuk trigger sebuah interap pada low value, rising atau falling edge, atau perubahan nilai.

c.                   PWM : 3, 5, 6, 9, 10, dan 11. Mendukung 8-bit output PWM dengan fungsi analogWrite().

d.                  SPI : 10 (SS), 11 (MOSI), 12 (MISO), 13 (SCK). Pin ini men-suport komunikasi SPI, yang mana masih mendukung hardware, yang tidak termasuk pada bahasa arduino.


e.                    LED : 13. Ini adalah dibuat untuk koneksi LED ke digital pin 13.

 

Ketika pin bernilai high, LED hidup, ketika pin low, LED mati.

 

2.    Komunikasi

 

Arduino uno memiliki sejumlah fasilitas untuk berkomunikasi dengan komputer, Arduino lain, atau microcontroler lain. ATmega328 ini menyediakan UART TTL (5V) komunikasi serial, yang tersedia pada pin digital 0 (RX) dan 1 (TX). Firmware Arduino menggunakan USB driver standar COM, dan tidak ada driver eksternal yang dibutuhkan. Namun, pada windows, file. Ini diperlukan. Perangkat lunak Arduino termasuk monitor serial yang memungkinkan data sederhana yang akan dikirim ke board Arduino. RX dan TX LED di board akan berkedip ketika data sedang dikirim melalui chipUSB-to-serial dan koneksi USB ke komputer.

C.     Pembuatan Program

 

Perangkat Lunak X-CTU

 

X-CTU merupakan sebuah software/aplikasi yang dibuat oleh DIGI yang dapat difungsikan untuk mengkonfigurasi, dan melihat konfigurasi pada xbee

 

Pengaturan XBee dilakukan agar XBee yang terkoneksi dengan aplikasi dan XBee yang terkoneksi pada palang pintu kereta api yang dapat saling terkoneksi.


Tampilan pembuka dan lingkungan dari X-CTU.


Gambar 3. Tampilan Software X-CTU

 

 

 

D.     Sensor Ultrasonik

 

Sensor ultrasonik adalah sebuah sensor yang memanfaatkan pancaran gelombang ultrasonik. Sensor ultrasonik ini terdiri dari rangkaian pemancar ultrasonik yang disebut transmitter dan rangkaian penerima ultrasonik  disebur receiver.

Sensor ultrasonik ialah sebuah sensor yang mengubah besaran fisis (bunyi) menjadi besaran listrik. Pada sensor ini gelombang ultrasonik dibangkitkan melalui sebuah benda yang disebut piezoelektrik. Piezoelektrik ini akan menghasilkan gelombang ultrasonik dengan frekuensi 40 kHz ketika sebuah osilator diterapkan pada benda tersebut. Sensor ultrasonik secara umum digunakan untuk suatu pengungkapan tak sentuh yang beragam seperti aplikasi pengukuran jarak. Alat ini secara umum memancarkan gelombang


suara ultrasonik menuju suatu target yang memantulkan balik gelombang ke arah sensor. Kemudian sistem mengukur waktu yang diperlukan untuk pemancaran gelombang sampai kembali ke sensor dan menghitung jarak target dengan menggunakan kecepatan suara dalam medium. Rangkaian penyusun sensor ultrasonik ini terdiri dari transmitter, reiceiver, dan komparator.

1.      Cara Kerja Sensor Ultrasonik

 

Pada sensor ultrasonik, gelombang ultrasonik dibangkitkan melalui sebuah alat yang disebut dengan piezoelektrik dengan frekuensi tertentu. Piezoelektrik ini akan menghasilkan gelombang ultrasonik (umumnya berfrekuensi 40kHz) ketika sebuah osilator diterapkan pada benda tersebut. Secara umum, alat ini akan menembakkan gelombang ultrasonik menuju suatu area atau suatu target. Setelah gelombang menyentuh permukaan target, maka target akan memantulkan kembali gelombang tersebut. Gelombang pantulan dari target akan ditangkap oleh sensor, kemudian sensor menghitung selisih antara waktu pengiriman gelombang dan waktu gelombang pantul diterima.


 

 

Gambar 4. Cara kerja sensor ultrasonik dengan transmitter dan receiver

Sumber : https://www.elangsakti.com/2015/05/sensor-ultrasonik.html

 

Secara detail, cara kerja sensor ultrasonik adalah sebagai berikut:

 

a.          Sinyal dipancarkan oleh pemancar ultrasonik dengan frekuensi tertentu dan dengan durasi waktu tertentu. Sinyal tersebut berfrekuensi diatas 20kHz. Untuk mengukur jarak benda (sensor jarak), frekuensi yang umum digunakan adalah 40kHz.

b.         Sinyal yang dipancarkan akan merambat sebagai gelombang bunyi dengan kecepatan sekitar 340 m/s. Ketika menumbuk suatu benda, maka sinyal tersebut akan dipantulkan oleh benda tersebut.

c.           Setelah gelombang pantulan sampai di alat penerima, maka sinyal tersebut akan diproses untuk menghitung jarak benda tersebut. Jarak benda dihitung berdasarkan rumus :

S = 340.t/2


dimana S merupakan jarak antara sensor ultrasonik dengan benda (bidang pantul), dan t adalah selisih antara waktu pemancaran gelombang oleh transmitter dan waktu ketika gelombang pantul diterima receiver.

2.     Sensor Ultrasonik HC-SR04


Sensor ini merupakan sensor ultrasonik siap pakai, satu alat yang

 

berfungsi sebagai pengirim, penerima, dan pengontrol gelombang ultrasonik. Alat ini bisa digunakan untuk mengukur jarak benda dari 2cm

- 4m dengan akurasi 3mm. Alat ini memiliki 4 pin, pin Vcc, Gnd, Trigger, dan Echo. Pin Vcc untuk listrik positif dan Gnd untuk ground- nya. Pin Trigger untuk trigger keluarnya sinyal dari sensor dan pin Echo untuk menangkap sinyal pantul dari benda.


 

Gambar 5. Sensor ultrasonik HC-SR04

Sumber : https://www.elangsakti.com/2015/05/sensor-ultrasonik.html

 

 

Cara menggunakan sensor ini yaitu: ketika memberikan tegangan positif pada pin Trigger selama 10uS, maka sensor akan mengirimkan 8 step sinyal ultrasonik dengan frekuensi 40kHz. Selanjutnya, sinyal akan diterima pada pin Echo. Untuk mengukur jarak benda yang memantulkan sinyal tersebut, maka selisih waktu ketika mengirim dan menerima sinyal


digunakan untuk menentukan jarak benda tersebut. Rumus untuk menghitungnya sudah disampaikan di atas. Berikut adalah visualisasi dari sinyal yang dikirimkan oleh sensor HC-SR04.


 

Gambar 6. Sistem pewaktu pada sensor HC-SR04 Sumber : https://www.elangsakti.com/2015/05/sensor- ultrasonik.html

 

 

E.      Sensor Piezoelektrik

 

Sensor piezoelektrik adalah sebuah komponen elektronika yang dapat mengubah energi mekanik menjadi energi listrik atau sebaliknya berdasarkan efek piezoelektrik. Piezoelektrik merupakan sistem yang terdiri dari bahan material tertentu yang akan menghasilkan tegangan listrik akibat tekanan atau kekuatan mekanik yang diberikan pada kedua bidang. Efek piezoelektrik ini pertama kali ditemukan di perancis pada tahun 1880. Nama penemunya adalah dua orang fisikawan yang bernama Pierre Curie dan Jacques Curie. Nama “piezo” sendiri berasal dari kata Yunani yang artinya tekanan. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, piezoelektrik mulai dikembangkan oleh salah satu perusahaan jepang pada tahun 1970an.

Efek piezoelektrik ini akan menghasilkan kemampuan suatu benda material tertentu untuk bergetar ketika diberikan tegangan listrik. Namun


sebaliknya ketika pada bidang material tersebut diberikan tekanan tertentu, maka dari material tersebut akan menghasilkan tegangan listrik.

Bentuk fisik dan simbol dari piezoelektrik dapat dilihat pada gambar 7.

 


 

Gambar 7. Bentuk Fisik dan Simbol Piezoelektrik Sumber : https://skemaku.com/pengertian-piezoelektrik/

 

Piezoelektrik berasal dari bahan atau material yang menggunakan prinsip efek piezoelektrik. Prinsip kerja piezo elektrik sendiri pada dasarnya adalah terdiri dari 2 bidang yang berdempet. Yang mana diantara bidang tersebut akan menghasilkan dipole yang terinduksi molekul yang terdiri dari berbagai struktur kristal tergantung dari bahan pada bidang tersebut.

Ketika piezoelektrik mengalami tekanan yang disengaja, makan akan menghasilkan gaya listrik pada bidang piezo sehingga akan menghasilkan tegangan listrik pada kedua bagian tersebut. Secara lebih mudah dapat dikatakan bahwa prinsip kerja piezoelektrik akan menghasilkan gerakan mekanis berupa getaran suara ketika kedua bidang pada piezo dialiri arus listrik. Sebaliknya ketika bidang piezo diberikan tekanan berupa ketukan misalnya, maka energi mekanik tersebut akan diubah menjadi energi listrik.


 

 

Gambar 8. Prinsip kerja Sensor Piezoelektrik

Sumber : https://skemaku.com/pengertian-piezoelektrik-dan-prinsip-kerja- piezoelektrik/

 

 

Sensor dapat digunakan untuk mendeteksi Tekanan baik terus- menerus atau impulsif. Untuk frekuensi eksitasi bawah frekuensi resonansi dari sensor, perangkat menghasilkan output linear diatur oleh dasar sensitifitas dikutip diatas. Sensitifitas pada resonansi secara signifikan lebih tinggi. Dampak yang mengandung komponen frekuensi tinggi akan membangkitkan frekuensi resonansi, seperti yang ditunjukan pada plot diatas (respon dari minisense 100 untuk impuls setengah sinus tunggal pada Hz, amplitudo 0,9 g). Kemampuan sensor untuk mendeteksi gerekan frekuensi rendah sangat dipengaruhi oleh rangkaian listrik eksternal.

Sensor piezoelektrik minisense 100 bersifat sebagai kapasitor aktif. Dimodelkan sebagai sumber tegangan sempurna (tegangan sebanding dengan percepatan diterapkan) secara seri dengan perangkat kapasistansi dikutip. Setiap masukkan atau beban resistansi eksternal akan membentuk filter high- pass, dengan frekuensi roll-off dihitung dari rumus:

f(c) = 1 / (2πRC) f = frekuensi (Hz) R= Resistansi (Ω)


C= Kapasistansi (F)

 

F.      Modul Tipe XBee

 

XBee-PRO S1 merupakan modul RF (radio frekuensi) yang beroperasi pada frekuensi 2.4 GHz. Sesuai datasheet, pada saat pengiriman data modul XBee-PRO memerlukan catu daya 2.8 VDC sampai dengan 3.3 VDC. modul XBee PRO S1 akan membebani dengan arus sebesar 250 mA pada pengiman data (Tx) dan arus 50 mA untuk penerimaan data (Rx) dengan jangkuan : 100 meter (indoor), 1500 meter (outdoor).

 

 

Pada modul XBee-PRO S1 terdapat 20 pin, namun yang digunakan hanya 6 pin, yaitu VCC dan GND untuk tegangan suplai modul, RESET merupakan pin reset XBee-PRO S1, DOUT merupakan pin Transmiter (Tx), DIN merupakan pin Receiver (Rx), dan yang terakhir adalah PWMO/RSSI yaitu sebagai indikator penerimaan data yang biasanya dihubungkan ke led. Berikut bentuk fisik dari Module XBee :


 

 

Gambar 9. Xbee Penerimaan data yang dihubungkan ke LED Seperti yang diketahui, xbee ada 2 jenis, yaitu Xbee series 1 dan

Xbee series 2, antara Xbee series 1 dan series 2 tidak bisa saling terhubung, karena protokolnya berbeda. Xbee series 1 beroperasi dengan menggunakan protokol 9032 (Low-Rate Wireless Personal Networks) sedangkan Xbee series 2 beroperasi pada protokol Zigbee (protokol yang dibangun diatas 802.15.4).

firmware pada Xbee. Xbee ini unik karena memliki ukuran pin yang tidak biasa, sehingga memerlukan breakout board untuk dapat mengoperasikannya pada breadboard pada umumnya.

Konfugurasi pin Module ini adalah :


 


 

 

 

G.     Motor Servo

 

Motor servo adalah sebuah perangkat atau aktuator putar (motor) yang dirancang dengan sistem kontrol umpan balik loop tertutup (servo), sehingga dapat di set-up atau di atur untuk menentukan dan memastikan posisi sudut


dari poros output motor. Motor servo merupakan perangkat yang terdiri dari motor DC, serangkaian gear, rangkaian kontrol dan potensiometer. Bentuk fisik motor servo dapat dilihat pada gambar 10.


Gambar 10. Bentuk Fisik Motor Servo

Sumber: http://trikueni-desain-sistem.blogspot.com/2014/03/ Pengertian-Motor-Servo.html

 

 

Serangkaian gear yang melekat pada poros motor DC akan memperlambat putaran poros dan meningkatkan torsi motor servo, sedangkan potensiometer dengan perubahan resistansinya saat motor berputar berfungsi sebagai penentu batas posisi putaran poros motor servo. Berikut ini gambar 11 menunjukan bagian bagian dari motor servo.


 

Gambar 11. Bagian-bagian Motor Servo

Sumber: http://trikueni-desain-sistem.blogspot.com/2014/03/ Pengertian-

Motor-Servo.html


Berikut adalah pengkabelan motor servo ke mikrokontroler dapat dilihat pada gambar 12.

 

Gambar 12. Pengkabelan Motor Servo

Sumber: http://blog.famosastudio.com/2011/07/tutorial/tutorial- arduino-servo/128

 

 

Ada dua jenis motor servo, yaitu motor servo AC dan DC. Motor servo AC lebih dapat menangani arus yang tinggi atau beban berat, sehingga sering diaplikasikan pada mesin-mesin industri. Sedangkan motor servo DC biasanya lebih cocok untuk digunakan pada aplikasi-aplikasi yang lebih kecil. Dan bila dibedakan menurut rotasinya, umumnya terdapat dua jenis motor servo yang dan terdapat di pasaran, yaitu motor servorotation 180dan servorotation continuous :

·       Motor servo standar (servo rotation 180) adalah jenis yang paling umum dari motor servo, dimana putaran porosoutputnya terbatas hanya 90kearah kanan dan 90kearah kiri.  Dengan  kata  lain  total putarannya hanya setengah lingkaran atau 180 .

·       Motor servorotation continuous merupakan jenis motor servo yang sebenarnya sama dengan jenis servo standard, hanya saja perputaran


porosnya tanpa batasan atau dengan kata lain dapat berputar terus, baik ke arah kanan maupun kiri.

 

Motor servo dikendalikan dengan memberikan sinyal modulasi lebar pulsa (Pulse Wide Modulation / PWM) melalui kabel kontrol. Lebar pulsa sinyal kontrol yang diberikan akan menentukan posisi sudut putaran dari poros motor servo. Sebagai contoh, lebar pulsa dengan waktu 1,5 ms (mili detik) akan memutar poros motor servo ke posisi sudut 90. Bila pulsa lebih pendek dari 1,5 ms maka akan berputar ke arah posisi 0atau ke kiri (berlawanan dengan arah jarum jam), sedangkan bila pulsa yang diberikan lebih lama dari 1,5 ms maka poros motor servo akan berputar ke arah posisi 180atau ke kanan (searah jarum jam). Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar 13 :


 

Gambar 13. Prinsip Kerja Motor Servo

Sumber: http://trikueni-desain-sistem.blogspot.com/2014/03/ Pengertian-Motor-Servo.html

 

 

Ketika lebar pulsa kendali telah diberikan, maka poros motor servo akan bergerak atau berputar ke posisi yang telah diperintahkan, dan berhenti pada posisi tersebut dan akan tetap bertahan pada posisi tersebut. Jika ada kekuatan eksternal yang mencoba memutar atau mengubah posisi tersebut,


maka motor servo akan mencoba menahan atau melawan dengan besarnya kekuatan torsi yang dimilikinya (rating torsi servo).

Namun motor servo tidak akan mempertahankan posisinya untuk selamanya, sinyal lebar pulsa kendali harus diulang setiap 20 ms (mili detik) untuk menginstruksikan agar posisi poros motor servo tetap bertahan pada posisinya.

H.     Buzzer

 


Buzzer adalah suatu alat yang dapat mengubah sinyal listrik menjadi sinyal suara. Pada dasarnya prinsip kerja buzzer hampir sama dengan loud speaker, jadi buzzer juga terdiri dari kumparan yang terpasang pada diafragma dan kemudian kumparan tersebut dialiri arus sehingga menjadi elektromagnet, kumparan tadi akan tertarik ke dalam atau keluar, tergantung dari arah arus dan polaritas magnetnya, karena kumparan dipasang pada diafragma maka setiap gerakan kumparan akan menggerakkan diafragma secara bolak-balik sehingga membuat udara bergetar yang akan menghasilkan suara. Buzzer biasa digunakan sebagai indikator bahwa proses telah selesai atau terjadi suatu kesalahan pada sebuah alat (alarm). Frekuensi suara yang di keluarkan oleh buzzer yaitu antara 1-5 KHz.

 

Gambar 14. Bentuk Fisik Buzzer

Sumber : http://upscomputerreviews.blogspot.co.id; 2015


I.        LED (Light Emitting Diode)

 

 

LED adalah singkatan dari Light Emitting Diode, artinya dioda yang bisa memancarkan cahaya. LED termasuk jenis dioda dan mempunyai dua kaki yang disebut anoda dan katoda. LED bisa memancarkan cahaya karena terjadi pelepasan foton saat proses pertemuan semikonduktor P dan semikonduktor N. Warna cahaya LED bergantung pada material semikonduktor yang digunakan. Simbol dari LED terdapat pada gambar 15.


 

Gambar 15. Simbol LED

Sumber : https://teknikelektronika.com/pengertian-led

 

Penggunaan LED saat ini sangat mendominasi komponen display  dalam peralatan elektronika dari yang dulu hanya sebagai indikator power supply atau indikator saklar, sekarang LED sudah dipakai sebagai backlight LCD, lampu penerangan dan bahkan sudah bisa menjadi display gambar menggantikan LCD (tidak hanya backlight saja). Pemilihan LED didasarkan pada penggunaan daya listriknya yang sangat efisien atau dengan kata lain LED lebih hemat listrik. Berikut bentuk fisik dari LED terdapat pada gambar 16.


 

 

Gambar 16. Bentuk Fisik LED

Sumber : https://teknikelektronika.com/pengertian-led

 

 

J.       Infraret Foto Dioda

 

Cahaya yang dapat dideteksi oleh Dioda Foto diantaranya seperti Cahaya Matahari, Cahaya Tampak, Sinar Inframerah, Sinar Ultra-violet hingga sinar X. Oleh karena itu, Photodiode atau Dioda Foto yang dapat mendeteksi berbagai Cahaya ini telah banyak diaplikasikan ke berbagai perangkat Elektronika dan listrik seperti Penghitung Kendaraan, Sensor Cahaya Kamera, Alat-alat medis, Scanner Barcode dan peralatan keamanan.


 

 

Gambar 17. Bentuk Fisik Foto Dioda

Sumber: https://teknikelektronika.com/pengertian-photodiode-dioda-foto- prinsip-kerja-photodiode/


d. Liquid Crystal Display (LCD)

 

Menurut Afrie Setiawan (2011:24) “LCD (Liquid Crystal Display) merupakan perangkat penampil yang sekarang ini mulai banyak digunakan. Penampil LCD mulai dirasakan menggantikan fungsi dari penampil CRT (Chatode Ray Tube), yang sudah berpuluh-puluh tahun digunakan manusia sebagai penampil gambar/text baik monokrom (hitam putih), maupun yang berwarna. Teknologi LCD memberikan keuntungan dibandingkan dengan teknologi CRT, karena pada dasarnya, CRT adalah tabung triodeyang digunakan sebelum transistor ditemukan. Beberapa keuntungan LCD dibandingkan dengan CRT adalah konsumsi daya yang relatif kecil, lebih ringan, tampilan yang lebih bagus, dan CRT lebih cepat memberikan kejenuhan pada mata dibandingkan dengan LCD.


 

Gambar 18. Bentuk Fisik LCD 2x16 (Afrie Setiawan; 2011:24)

 

LCD memanfaatkan silicon atau gallium dalam bentuk cair sebagai pemancar cahaya. Pada layar LCD, setiap matrik adalah susunan dua dimensi piksel yang dibagi dalam baris dan kolom. Dengan demikian, setiap pertemuan baris dan kolom adalah LED terdapat sebuah bidang datar (backplane), yang merupakan lempengan kaca bagian belakang dengan sisi dalam yang ditutupi oleh lapisan elektroda transparan. Dalam keadaan normal, cairan yang digunakan memiliki warna cerah. Daerah-daerah tertentu


pada cairan akan berubah warnanya menjadi hitam ketika tegangan diterapkan antara bidang latar dan pola elektroda yang terdapat pada sisi dalam lempeng kaca bagian depan.

Keunggulan LCD adalah hanya menarik arus yang kecil (beberapa mikro ampere), sehigga alat atau sistem menjadi portable karena dapat menggunakan catudaya yang kecil. Keunggulan lainnya adalah tampilan yang diperlihatkan dapat dibaca dengan mudah dibawah terang sinar matahari. Di bawah sinar cahaya yang remang – remang atau dalam kondisi gelap, sebuah lampu (berupa LED) harus dipasang di  belakang layar tampilan.Disamping itu LCD mampu menampilkan karakter berbasis kode ASCII, dan mampu menampilkan karakter sesuai dengan yang diinginkan.

Operasi dasar pada LCD terdiri dari empat, yaitu instruksi mengakses proses internal, instruksi menulis data, instruksi membaca kondisi sibuk, dan instruksi membaca data. Kombinasi instruksi dasar inilah yang dimanfaatkan untuk mengirim data ke LCD.

Tabel 1. Operasi Dasar LCD

 

RS

R/W

Operasi

0

0

Input instruksi ke LCD

0

1

Membaca Status Flag (DB7) dan alamat counter

 

(DB0 ke DB6)

1

0

Menulis data

1

1

Membaca data


No. Pin

Keterangan

Konfigurasi Hubung

1

GND

Ground

2

VCC

Tegangan +5 VDC

3

VEE

Ground

4

RS

Kendali RS

5

RW

Ground

6

E

Kendali E/Enable

7

D0

Bit 0

8

D1

Bit 1

9

D2

Bit 2

10

D3

Bit 3

11

D4

Bit 4

12

D5

Bit 5

13

D6

Bit 6

14

D7

Bit 7

 

 

Sumber : Afrie Setiawan (2011:26) Tabel 2. Konfigurasi pin LCD


 

15

A

Anoda (+5 VDC)

16

K

Katoda (Ground)

Sumber : Afrie Setiawan (2011:26)

 

LCD membutuhkan tegangan dan daya yang kecil sehingga sangat populer untuk aplikasi kalkulator, arloji digital, dan instrumen elektronik lain seperti Global Positioning System (GPS), Balgraph display, dan multimeter digital. LCD umumnya dikemas dalam bentuk Dual In-line Package (DIP) dan mempunyai kemampuan untuk menampilkan beberapa kolom dan baris dalam satu panel. Untuk membentuk pola, baik karakter ataupun gambar, pada kolom dan baris secara bersamaan digunakan metode screening. Metode screening adalah mengaktifkan daerah perpotongan suatu kolom dan suatu baris secara bergantian dan cepat sehingga seolah-olah aktif semua. Penggunaan metode ini dimaksudkan untuk menghemat jalur yang digunakan untuk mengaktifkan panel LCD.

K.     Power Supply

 

·         Rangkaian Power Supply


Gambar 19. Rangkaian Power Supply

Sumber : http://syarif-projects.blogspot.com/2017/10.html


Sebuah rangkaian power supply dapat merubah tegangan AC ke DC, rangkaian power supply pada dasarnya menghilangkan perubahan- perubahan tegangan supply daya dengan mengubah arus dan beban disebut pengatur tegangan. Bila pengatur tegangan dihubungkan ke rangkaian penyearah, hasilnya merupakan sebuah supply daya teratur.

Pada dasarnya, tegangan sumber yang umun digunakan melalui instalasi listrik PLN berkisar antara 190V – 220V yang mengeluarkan arus bersifat Alternating Current (AC). Karena rangkaian komponen elektronika yang digunakan bekerja pada tengangan DC yang berkisar antara 12V – 5V maka dibutuhkan rangkaian power supply untuk menurunkan dan menyearahkan tenganan sumber AC serta memberikan sumber tengangan listrik terhadap komponen.

·         Fungsi dan Komponen dalam Power Supply

 

Dalam suatu rangkaian power supply terdapat komponen yang berfungsi sebagai penurun tegangan AC, penyearah tengangan AC ke DC, filtering arus dan penurun tegangan. Berikut komponen elektronika yang terpasang pada power supply :

a.     Transformator

 

Transformator disingkat dengan trafo adalah komponen elektronika yang mampu mempengaruhi tegangan AC tanpa adanya perubahan karakter dari tegangan AC tersebut. Trafo berperan dalam rangkaian power supply sebagai penurun teganan dari listik PLN dengan kisaran 110V -220V. Terdapat 2 jenis trafo berdasarkan fungsinya yaitu step up dan step down.


b.     Dioda Penyearah (Dioda Bridge)

 

Dioda Bridge adalah dioda yang berfungsi sebagai penyearah arus bolak-balik (Alternating Current) menjadi arus searah (Direct Current). Dioda Bridge pada dasarnya merupakan susunan dari empat buah Dioda yang dirangkai dalam konfigurasi rangkaian jembatan (bridge) yang dikemas menjadi satu perangkat komponen yang berkaki empat. Dua kaki Terminal dipergunakan sebagai Input untuk tegangan/arus listrik AC (bolak balik) sedangkan dua kaki terminalnya lagi adalah terminal Output yaitu Terminal Output Positif (+) dan Terminal Output Negatif (-).

c.      Kapasitor Sebagai Filter

 

Setelah disearahkan dengan rangkaian penyearah, tengangan DC yang dihasilkan masih belum ideal, karena masih terdapat tegangan AC didalam tengangan DC (ripple). Kapasitor elco dipasang secara paralel terhadap beban sehingga terjadi pengisian dan pengosongan pada kapasitor sehingga terjadi filtering terhadap ripple tersebut.

d.     IC Regulator

 

IC regulator berperan sebagai pembagi dan penurun tegangan serta memungkinkan tegangan pada power supply dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. IC Regulator juga dapat memproteksi rangkaian dari hubung singkat.


e.      Potensiometer

 

Potensiometer adalah jenis resistor yang nilai resistansinya dapat diatur sesuai kebutuhan, kamampuan ini dapat dimanfaatkan dalam rangkaian power supply untuk menbatasi arus dan tengangan power supply. Potensiometer akan dihubungkan dengan IC regulator dan tegangan sumber sehingga nilai tengangan output power supply dapat dibatasi. Sedangkan untuk resistor tetap digunakan sebagai beban resistansi tetap terhadap rangkaian untuk membatasi arus dan tegangan pada rangkaian power supply.


BAB III

 

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

 

A.     Perancangan Sistem

 

Pada perancangan dan pembuatan sistem ini akan dijelaskan tentang cara kerja sistem yang terdapat dalam garis besar perancangan sistem dan diikuti dengan penjelasan tentang perangkat keras (hardware) yang terdiri dari beberapa bagian yang berfungsi untuk mengolah data. Kemudian diikuti dengan perancangan dan pembuatan perangkat lunak (software).

1.           

Sensor Ultrasonik

 

 

 

ARDUINO MEGA

 

PENERIMA

 

 

 

ARDUINO UNO

 

PEMANCAR

 

Buzzer

 

Blok Diagram

 

Text Box: RF XBEE
PEMANCAR


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Motor Servo

 

Sensor Piezoelektrik

 

LED Indikator

 

Gambar 20. Blok Diagram Sistem

 

Dari blok diagram pada Gambar 20. Terdapat tiga bagian yaitu input, proses, dan output:

 

 

 

 

 

 

 

 

35


1.       RF XBee Pemancar dan Penerima

 

RF XBee berfungsi untuk komunikasi data antara pemancar dan penerima sensor (wireless).

2.       Sensor Ultrasonik

 

Sensor ultrasonik berfungsi mendeteksi jarak dekat kereta api.

 

3.       Sensor Piezoelektrik

 

Sensor piezoelektrik berfungsi sebagai sistem yang terdiri dari bahan material tertentu yang akan menghasilkan tegangan listrik akibat tekanan atau kekuatan mekanik yang diberikan pada kedua bidang.

4.       Arduino Uno

 

Arduino uno berfungsi sebagai rangkaian pemancar Xbee dan berfungsi sebagai rangkain penerima XBee dan sebagai pengontrol output ke buzzer, LED indikator dan motor servo.

5.       LED indikator

 

LED indikator berfungsi meberikan indikator pertanda kereta api yang telah melalui sensor.

6.       Buzzer

 

Buzzer berfungsi memberikan indikator bahwa kereta api mau lewat.

 

7.       Motor Servo

 

Motor Servo berfungsi sebagai penggerak palang kereta api saat menutup dan membuka.


B.      Prinsip Kerja Alat

 

Berdasarkan blok diagram sistem pada Gambar 18. Dapat dideskripsikan bahwa prinsip kerja dari alat ini adalah semua instruksi untuk menjalankan alat ini terdapat pada mikrokontroler Arduino Uno 328 dan sebagai pengendali sistem secara keseluruhan.

Prinsip kerja alat ini pada mulanya Arduino Uno dipasangkan sebagai Xbee pemancar dan pada Xbee penerima. Xbee pemancar ini dipasang pada kereta api dan Xbee penerima dipasang pada Arduino uno.

Sensor Ultrasonic mendeteksi jarak 50 meter kereta api dengan adanya piezoelektrik supaya lebih stabil lagi geteran kereta api di deteksi jaraknya 50 meter. Xbee pemancar dan Xbee penerima saling berhubungan pada saat jarak 500 meter, Xbee pemancar dan Xbee penerima saling hubung, dan pada saat saling hubung dikirim lah data frekuensi ke Arduino Mega.

Maka pada jarak 500 meter berbunyilah buzzer dan lampu LED akan menyala dan menandakan kereta api sudah dekat jaraknya ke palang kereta. Ketika kereta api jaraknya sekitar 100 meter, palang kereta api akan turun. jadi sensor piezoelektrik mendeteksi sensor tekanan. jadi Pada saat tekanan habis maka palang kereta kembali terbuka.

Prinsip Kerja Xbee pemancar dan Xbee penerima yaitu apabila dia saling terkoneksi frekuensi dengan jarak 500 meter, di modul Xbee ada mikroprosesor dan mikrokontroler di dalam nya jadi dia langsung terkoneksi dengan Arduino uno menggunakan jaringan komunikasi silang Reciever dan Transmiter jadi untuk pemasangan. RF-Xbee pemancar


dibalikan RX-TX yang ada pada Xbee pemancar dipasangkan terbalik itu dia menandakan sudah terkoneksi dengan Arduino begitu juga dengan RF- Xbee penerima pemasangan RX-TX juga juga dipasang terbalik itu dia menandakan sudah terkoneksi dengan Arduino dapat ditampilkan menggunakan Led.

 

C.        Perancangan Perangkat Keras (Hardware)

 

Perancangan perangkat keras pada alat Proyek Akhir ini ada beberapa bagian yaitu:

1.           Rangkaian Mikrokontroller ATMega328

 

Di dalam rangakaian mikrokontroler mengunakan IC Atmega 328P yang IDE nya mengunakan Arduino. IC ini memiliki 28 kaki, dengan semua kaki dapat berfungsi sebagai input ataupun output. Untuk pengisian program di dalam IC mengunakan ISP (In-System Chip Programing), di mana ISP adalah sebuah fitur bagi sebuah microcontroller agar dapat di- download dengan program tanpa mencabut microcontroller dari sistem- nya. Sehingga Mikrocontroller tetap pada kedudukannya semua dan dihubungkan dengan ISP. Dan dilakukan proses download. Begitu pula saat memutuskan hubungan antara Downloader dan Mikrocontroller , kita hanya cukup memutuskan kabelnya saja, tanpa lagi perlu mencabut-cabut mikrocontroler.


 

 

 

Gambar 21. Rangkaian mikrokontroler atmega328 Sumber : https://grsbatch5.wordpress.com/2013/02/23

 

 

2.           Rangkaian XBee Pemancar dan Rangkaian XBee penerima dengan Arduino Uno.

Dalam melakukan komunikasi dengan perangkat lainnya XBee mampu melakukan komunikasi dengan dua macam komunikasi yang berbeda, yaitu data yang Pemancar dan data Penerima. Untuk koneksi XBee ke arduino terdapat pada gambar 22 dan 23.

 

Gambar 22. Koneksi XBee Pemancar ke Arduino Uno


 

 

Gambar 23. Koneksi XBee Penerima ke Arduino Uno

 

 

3.           Rangkaian Piezoelektrik dengan Arduino Uno

 

Piezoelektrik berfungsi sebagai pendeteksi tekanan pada saat kereta api melewati palang pintu kereta. Untuk koneksi piezoelektrik ke arduino terdapat pada gambar 24 :

 

Gambar 24. Koneksi Piezoelektrik ke Arduino Uno


4.           Rangkaian Ultrasonik dengan Arduino Uno

 

Ultrasonik berfungsi mendeteksi kereta api yang akan melewati perlintasan jalan. Koneksi Ultrasonik ke arduino dapat dilihat pada gambar 25 :

 

Gambar 25. Koneksi Ultrasonik ke Arduino Uno

 

 

5.                 Rangkaian Motor Servo

 

Prinsip kerja dari motor servo tak jauh berbeda dibanding dengan motor DC yang lain. Hanya saja motor ini dapat bekerja searah maupun berlawanan jarum jam. Derajat putaran dari motor servo juga dapat dikontrol dengan mengatur pulsa yang masuk ke dalam motor tersebut.

Motor servo akan bekerja dengan baik bila pin kontrolnya diberikan sinyal PWM dengan frekwensi 50 Hz. Frekwensi tersebut dapat diperoleh ketika kondisi Ton duty cycle berada di angka 1,5 ms. Dalam posisi tersebut rotor dari motor berhenti tepat di tengah- tengah alias sudut nor derajat atau netral.


 

 

 

 

Gambar 26. Driver motor

Sumber: http://belajarelektronika.net/motor-servo-pengertian-fungsi- dan-prinsip-kerjanya/

 

 

 

6.           Rangkaian Buzzer dengan Arduino Uno

 

Pada sistem kerja alat ini penggunaan buzzer sebagai indikator suara akan memaksimalkan fungsi dari sistem palang pintu kereta api otomatis ini. Buzzer akan memberikan indikator suara pada saat palang pintu membuka dan menutup. Koneksi buzzer ke arduino dapat dilihat pada gambar 27 :


 

 

Gambar 27. Koneksi Buzzer ke Arduino Uno

 

 

 

7.           Rangkaian LED dengan Arduino Uno

 

LED berfungsi sebagai lampu indikator selama palang pintu bergerak membuka dan menutup. Koneksi LED ke arduino dapat dilihat pada gambar 28 :

Gambar 28. Koneksi Led ke Arduino Uno


D.     Perancangan Perangkat Lunak

 

1.                 Flowchart Program

 


Flowchart adalah urutan instruksi-instruksi pada pembuatan suatu program. Pembuatan flowchart diperlukan untuk mempermudah dalam pembuatan program dapat dilihat pada gambar dibawah:

 

 

Gambar 29. Flowchart Palang Pintu Kereta Api Otomatis


E.      Perencanaan Pembuatan Alat

 

Dalam pemilihan dalam pembuatan mekanik juga berpengaruh dengan hasilnya. Penulis memilih acrylic utnuk pembuatan box power supply dan juga arduino, dengan pertimbangan sifatnya jernih, bersifat isolator, kuat/kokoh dan mudah dibentuk sesuai dengan yang diinginkan. Untuk pembuatan prototype palang pintu kereta api menggunakan sterofom sebagai alasnya, dan kereta api mainan sebagai selama proses simulasinya. Dengan pertimbangan mudah dibentuk dan juga tidak keras sehingga rel kereta lebih mudah ditempel pada alasnya. Perancangan mekanik palang pintu kereta api otomatis dapat dilihat pada gambar 30 :

Gambar 30. Rancangan Palang Pintu Kereta Api Otomatis


BAB IV

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

 

Suatu peralatan atau program dapat dikatakan bekerja dengan baik jika telah dilengkapi dengan pengujian sesuai fungsi kerja dari peralatan tersebut. Pengujian dimaksudkan untuk mendapatkan evaluasi terhadap sistem yang telah dikerjakan agar mendapatkan kinerja yang lebih baik dengan melakukan perbaikan terhadap rangkaian yang mengalami kekurangan saat melakukan pengujian.

Pada bab ini penulis akan menjelaskan cara pengujian pada perangkat keras (hardware) sepeti model mekanik dan rangkaian elektronik. Pengujian dilakukan untuk mendapatkan data-data serta bukti-bukti hasil akhir dari kenyataan bahwa perangkat keras yang telah dibuat bisa bekerja dengan baik dan juga dapat digabungkan dengan perangkat lunak (software). Berdasarkan data- data dan bukti-bukti tersebut dapat dilakukan analisa terhadap proses kerja yang nantinya dapat digunakan untuk menarik kesimpulan dari apa yang telah dibuat dalam Tugas Akhir ini.

Tujuan pengujian ini untuk melihat sejauh mana alat yang dibuat penulis apakah bekerja secara baik atau tidak, begitu juga dengan software yang di buat apakah berjalan dengan baik atau tidak, sehingga didapatkan hasil dan perbandingan dari apa yang direncanakan sebelumnya. Pengujian yang akan dibahas tentang pengujian terhadap sistem yang dibangun disertai dengan analisa. Pengujian sistem menyangkut beberapa hal sebagai berikut :

 

 

 

 

 

 

 

46


A.   Pengujian Software

 

Pengujian XBee dilakukan dengan menggunakan program X-CTU. Program X-CTU merupakan open source yang digunakan untuk mengkonfigurasi awal XBee. Tujuan Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah XBee yang digunakan dapat berfungsi dengan baik atau tidak. Alat yang digunakan untuk melakukan percobaan ini maka diperlukan beberapa alat sebagai berikut.

a.        Usb adapter

 

b.        Modul Xbee

 

c.          Laptop/Komputer

 

d.        Softwere X-CTU

 

 

B.   Pengujian Hardware

 

Pengukuran merupakan suatu proses dimana alat yang dibuat bekerja dengan baik dan sesuai dengan teori yang ada. Ada beberapa pengujian alat yang dilakukan, yaitu pengujian XBee Pemancar (Tx) dan XBee Penerima (Rx). Seperti dibawah ini:


 

Gambar 30. Titik pengukuran XBee


Tabel 5. Hasil Pengukuran Tegangan pada XBee

 

NO

Titik Pengukuran

Tegangan

1

Pin 5V

4,7 V

2

Pin 3V3

3,3 V

3

Pin RST

4,7 V

4

Pin Vin

0 V

 

 

1.        Pengujian koneksi XBee Pemancar dengan XBee Penerima di dalam ruangan (ada halangan).


Gambar 31. Pengujian XBee penerima (non LoS)

 

Pada gambar 31 Xbee penerima berada di dalam ruangan. Lalu Xbee pemancar dibawa keluar ruangan seperti yang terlihat pada gambar 32.


 

Gambar 32. Pengujian XBee pemancar (non LoS)

 

 

Hasil pengukuran koneksi antara Xbee pemancar dengan Xbee penerima dapat dilihat pada tabel 6.

Tabel 6. Hasil pengujian koneksi XBee (Non LoS)

 

NO

Jarak

Keterangan

1

5 Meter

Terhubung

2

7 Meter

Terhubung

3

9 Meter

Terhubung

4

11 Meter

Terhubung

5

13 Meter

Terhubung

6

15 Meter

Tidak Terhubung


Pada saat XBee pemancar terkoneksi dengan XBee penerima, maka Led Indikator pada XBee penerima akan menyala. Seperti pada gambar berikut:


Gambar 33. Led menyala pada saat XBee saling Terhubung

 

 

Pada saat XBee pemancar berada pada jarak 15 meter dari luar ruangan maka Led indikator pada XBee penerima tidak menyala. Seperti gambar berikut:

 


Gambar 34. Led Mati pada saat XBee tidak Terhubung

 

 

2.        Pengujian Koneksi XBee Pemancar dengan XBee Penerima di lapangan terbuka (tanpa ada halangan).


 

 

Gambar 35. Pengujian XBee penerima (LoS)

 

Pada gambar 35 Xbee penerima berada di lapangan terbuka. Lalu Xbee pemancar juga berada di lapangan terbuka. Seperti yang terlihat pada gambar 36 berikut.


Gambar 36. Pengujian XBee pemancar (LoS)

 

Pada gambar 36 Xbee pemancar berjarak 150 meter dari Xbee penerima.


Hasil pengukuran koneksi antara Xbee pemancar dengan Xbee penerima pada lapangan terbuak dapat dilihat pada tabel 7.

Tabel 7. Hasil pengujian koneksi XBee (LoS)

 

NO

Jarak

Keterangan

1

50 Meter

Terhubung

2

60 Meter

Terhubung

3

70 Meter

Terhubung

4

80 Meter

Terhubung

5

90 Meter

Terhubung

6

100 Meter

Tehubung

7

150 Meter

Terhubung

8

200 Meter

Tidak Terhubung

 

 

Pada saat XBee pemancar terkoneksi dengan XBee penerima, maka Led Indikator pada XBee penerima akan menyala. Seperti pada gambar berikut:


Gambar 37. Led menyala pada saat XBee saling Terhubung


Pada saat XBee pemancar berada pada jarak 200 meter dari XBee penerima maka Led indikator pada XBee penerima tidak menyala. Seperti gambar berikut:


 

Gambar 38. Led Mati pada saat XBee tidak Terhubung

 

 

C.   Analisa Software

 

Adapun langkah yang harus dilalui dalam pemograman mikrokontroler adalah sebagai berikut :

1.    Pada saat X-Bee Pro S1 disetting, modul RF harus terhubung secara serial dengan komputer. Untuk mensetting kedua chip maka harus diprogram secara bergantian,


 

Gambar 39. Rangkaian pcb modul (receiver)


2.      Buka software XCTU di komputer Jika modul RF berhasil terdeteksi software akan terlihat seperti pada gambar di bawah. “Port USB-to-serial Bridge..[COM1]” menandakan bahwa modul menggunakan saluran port USB COM1. Jika belum terdeteksi silahkan cek status port USB komputer

 

di Device.

 


 

Gambar 40. Tampilan untuk Test/Query

 

 

3.     Atur Baud Rate, Flow Control, Data Bits, Parity, Stop Bits seperti pada kotak merah (gambar atas). Kemudian klik “Test/Query”, maka identitas atau versi X-Bee akan muncul seperti modem type dan firmware version.


 

 

Gambar 41. Konfirmasi versi X-Bee

 

 

4.       Jika sudah, pilih menu “Modem Configuration”, kemudian klik “Read” untuk mensetting nilai parameter dari X-Bee Pro. Setelah di-read maka akan muncul parameter-parameter yang dapat disetting. Tipe dan versi firmware X-Bee yang terdeteksi juga akan sama seperti pada Com Test. Pastikan bahwa Tipe dan Versi tidak diubah ke yang lain. Begitu juga dengan “Function Set”, harus berisikan XBEE PRO 802.15.4. Parameter yang berwarna biru adalah parameter yang sudah diset nilainya, sedangkan yang berwarna hitam adalah parameter yang tidak bisa diubah.


 

 

Gambar 41. Tampilan untuk Modem configuration

 

Isi nilai parameter yang ada pada folder Networking & Security. Untuk komunikasi point to point, umumnya hanya ada 3 parameter yang wajib di-setting yaitu PAN ID (Personal Area Network ID), DL (Destination Address Low), MY (16 bit Source Address). X-Bee1 dan X-Bee2 dapat saling berkomunikasi (pairing) apabila:

 

·                 Nilai parameter DL X-Bee1  = MY X-Bee.

 

·                 Nilai parameter MY X-Bee1 = DL X-Bee2

 

·                 X-Bee1 dan X-Bee2 menggunakan alamat PAN ID yang sama


 

 

Gambar 42. Tampilan Setting Parameter X-Bee1


Gambar 43. Tampilan Setting Parameter X-Bee2

 

 

5.     Setelah tampilan parameter X-Bee telah di setting maka tekan write dan X-Bee pemancar dan penerima sudah saling terkoneksi.


 

Gambar 44. Tampilan Write pada X-CTU


BAB V PENUTUP

 

A.     Kesimpulan

 

Setelah melakukan percobaan, pengambilan data, dan penganalisaan terhadap data yang telah didapat pada penelitian ini, yaitu aplikasi Arduino Uno menggunakan masukan Xbee sebagai penerima data dan keluaran serial ke komputer, maka didapatkan kesimpulan yaitu sebagai berikut:

1.        Jarak jangkauan XBee tidak sesuai dengan spesifikasi datasheet XBee

 

2.        Jarak jangkauan pengiriman data modul XBEE PRO S1 dalam kondisi penerima di dalam ruang mampu mencapai jarak 10 meter dan luar ruangan 150 meter data masih dapat diterima dengan baik.

3.        XBEE agar bisa berkomunikasi harus diseting terlebih dahulu menggunakan aplikasi X-CTU.

4.       Komunikasi serial yg digunakan adalah komunikasi UART (Universal Asynchronous Receiver Transmitter).

B.       Saran

 

1.        Agar modul Xbee Pro S1 dapat mengirimkan data lebih jauh sebaiknya ditempatkan ditempat yang mempunyai halangan yang sedikit.

2.        Supaya XBEE dapat berkomunikasi lebih baik, antena pada masing- masing XBEE harus terlihat.

3.        Sebelum XBEE dipakai untuk berkomunikasi, XBEE harus disetting menggunakan aplikasi X-CTU.

 

 

 

 

 

58


DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

Digi. 2008. XBee®/XBee-PRO S1® OEM RF Modules.

 

( http://www.digi.com/support/ kbase/kbaseresultdetl.jsp?kb=135)

 

Digi. 2012. X-CTU (XCTU) Software. (http://www.digi.com/support/kbase/kbaser esultdetl.jsp?kb=125).

Metro TV News. 2014. Jalur Kereta Api Sumatera Barat, (Online) (http://news.metrotvnews.com/read/2014/12/22/335362/kemenhubsiapkan

-jalur-kereta-api-lintas-sumatra-pada-2015)

 

 

Presiden RI. 2015. Infrastruktur jalur kereta api di Sumatera, (Online) (http://www.presidenri.go.id/infrastruktur/kebangkitan-kereta-api-di

sumatera.html)

 

 

R-dy Techno. 2013. Pengertian dan prinsip kerja Buzzer (Online)

 

(http://r-dy-techno.blogspot.co.id/2013/06/pengertian-dan-prinsip-kerja-

 

buzzer.html)

 

Nyebar Ilmu. 2018. Cara membuat mp3 player menggunakan Arduino (https://www.nyebarilmu.com/cara-membuat-mp3-player-menggunakan-

arduino)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

59


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SKRIPSI PERANCANGAN DAN PEMBUATAN MODUL PEMBELAJARAN INTERAKIF PADA MATA PELAJARAN PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN KELAS XI JURUSAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN SMK N 8 PADANG

MAKALAH TEKNOLOGI INFORMASI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI BAGI ANAK USIA DINI

LAPORAN PRATIKUM PEMELIHARAAN PERANGKAT KOMPUTER MERAKIT PC