macam – macam metode kompresi data multimedia dan langkah – langkah dari metode tersebut untuk kompresinya beserta contoh

 

Nama : Hijrah Yanti Sitanggang

Nim : 15076013

Matakuliah : Teknik Multimedia Dan Animasi

TUGAS

1.                  Tuliskan macam – macam metode kompresi data multimedia

2.                  Pilih salah satu metode yang ada dan / buatkan langkah – langkah dari metode tersebut, untuk kompresinya beserta contoh.

 

Penyelesainnya:

1.                  Macam – macam metode kompresi dan multimedia.

Teknik Kompresi Data Berdasarkan Input

Ø Dialoque Mode

·         proses penerimaan data dimana pengirim dan penerima seakan berdialog (real time),  contoh : video conference.

·         Kompresi data harus berada dalam batas penglihatan dan pendengaran manusia.

·         Waktu tunda (delay) tidak boleh lebih dari 150 ms : 50 ms untuk proses kompresi dan dekompresi, 100 ms untuk mentransmisikan data dalam jaringan.

Ø  Retrieval Mode

·         proses penerimaan data tidak dilakukan secara real time

·         Dapat dilakukan fast forward dan fast rewind di client

·         Dapat dilakukan random access terhadap data dan dapat bersifat

·          Interaktif

 

Teknik Kompresi Data Berdasarkan Output

Ø  Lossy Compression

·         Data hasil dekompresi tidak sama dengan data sebelum kompresi namun sudah “cukup” untuk digunakan. Contoh: Mp3, streaming media, JPEG, MPEG, dan WMA.

·         Kelebihan: ukuran file lebih kecil dibanding loseless namun masih tetap memenuhi syarat untuk digunakan.

·         Teknik : membuang bagian data yang tidak berguna, tidak dirasakan, tidak dilihat oleh manusia sehingga manusia masih beranggapan bahwa data tersebut masih bisa digunakan walaupun sudah dikompresi.

·         Misal :  image asli berukuran 12,249 bytes,  dilakukan kompresi dengan JPEG kualitas 30 dan berukuran 1,869 bytes : berarti image tersebut 85% lebih kecil dan ratio kompresi 15%.

Ø Loseless Compression

·         Data hasil kompresi dapat didekompres lagi dan hasilnya tepat sama seperti data sebelum proses kompresi. Contoh aplikasi: ZIP, RAR, GZIP, 7-Zip

·         Teknik ini digunakan jika dibutuhkan data setelah dikompresi harus dapat diekstrak/dekompres lagi tepat sama. Contoh pada data teks, data program/biner, beberapa image seperti GIF dan PNG

·         Kadangkala ada data-data yang setelah dikompresi dengan teknik ini ukurannya menjadi lebih besar atau sama.

 

Lossy vs Loseless Compression

Ø  Keuntungan dari metode lossy atas loseless adalah dalam beberapa kasus metode lossy dapat menghasilkan file kompresi yang lebih kecil dibandingkan dengan metode loseless yang ada, ketika masih memenuhi persyaratan aplikasi.

Ø  Metode lossy sering digunakan untuk mengkompresi suara, gambar, dan video. Karena data tersebut dimaksudkan kepada human interpretation dimana pikiran dapat dengan “mengisi bagian-bagian yang kosong” atau melihat kesalahan masa lalu sangat kecil atau inkonsisten. Idealnya lossy adalah kompresi transparan yang dapat diverifikasi dengan tes ABX. Sedangkan loseless digunakan untuk mengkompresi data untuk diterima ditujuan dalam kondisi asli seperti dokumen teks.

Ø  Lossy akan mengalami generation loss pada data sedangkan pada loseless tidak terjadi karena data yang hasil dekompresi sama dengan data asli

 

2.      langkah – langkah dari metode tersebut, untuk kompresinya beserta contoh.

Algoritma Lempel Ziv Welch (LZW)

Algoritma LZW dikembangkan dari metode kompresi yang dibuat oleh Ziv dan Lempel pada tahun 1977. algoritma ini melakukan kompresi dengan menggunakandictionary. Pendekatan ini bersifat adaptif dan efektif. Prinsip kompresi tercapai jika referensi dalam bentuk pointer dapat disimpan dalam jumlah bit yang lebih sedikit dibandingkan string aslinya. The Lempel-Ziv (LZ) metode kompresi adalah salah satu algoritma paling populer untuk penyimpanan lossless. mengempis adalah variasi LZ yang dioptimalkan untuk kecepatan dekompresi dan rasio kompresi, sehingga kompresi ini bisa lambat. Deflate digunakan dalam PkZip , gzip dan PNG . LZW(Lempel-Ziv-Welch) digunakan dalam gambar GIF. Juga patut diperhatikan adalah LZR (LZ-Renau) metode, yang melayani sebagai dasar dari metode Zip. metode LZ memanfaatkan model kompresi berbasis tabel di mana entri tabel diganti untuk string data yang diulang. Untuk metode yang paling LZ, tabel ini dihasilkan secara dinamis dari data sebelumnya dalam input. Tabel sendiri sering Huffman dikodekan (misalnya Shri, LZX). berdasarkan skema coding LZ arus yang baik adalah melakukan LZX , digunakan dalam Microsoft CAB format.

Yang sangat kompresor terbaik menggunakan model probabilistik, di mana prediksi yang digabungkan dengan algoritma yang disebut aritmatika coding. Arithmetic coding, diciptakan oleh Jorma Rissanen , dan berubah menjadi metode praktis oleh Witten, Neal, dan Cleary, mencapai kompresi lebih unggul dari algoritma Huffman dikenal-baik, dan cocok terutama baik untuk konteks data kompresi adaptif tugas dimana prediksi sangat- tergantung. Pengkodean aritmatika digunakan dalam standar kompresi gambar-bilevel JBIG , dan dokumen-standar kompresi DjVu . Entri teks sistem, Dasher , adalah-terbalik aritmatika-coder.

Algoritma kompresi LZW

1)      Dictionary diinisialisasi dengan semua karakter dasar yang ada : {‘A’..’Z’,’a’..’z’,’0’..’9’}.

2)      P  karakter pertama dalam stream karakter.

3)       karakter berikutnya dalam stream karakter.

4)      Apakah string (P + C) terdapat dalam dictionary ?

Jika ya, maka P =P + C (gabungkan P dan C menjadi string baru).

Jika tidak, maka :

a.      Output sebuah kode untuk menggantikan string P.

b.      Tambahkan string (P + C) ke dalam dictionary dan berikan nomor/kode berikutnya yang belum digunakan dalam dictionary untuk string tersebut.

c.       P       C.

 Apakah masih ada karakter berikutnya dalam stream karakter ?

Jika ya, maka kembali ke langkah 2.

Jika tidak, maka output kode yang menggantikan string P, lalu terminasi proses (stop).

Sebagai contoh, string “ABBABABAC” akan dikompresi dengan LZW. Isi dictionary pada awal proses diset dengan tiga karakter dasar yang ada: “A”, “B”, dan “C”. Tahapan proses kompresi ditunjukkan pada Tabel 3. Kolom posisi menyatakan posisi sekarang dari stream karakter dan kolom karakter menyatakan karakter yang terdapat pada posisi tersebut.  Kolom dictionary menyatakan string baru yang sudah ditambahkan ke dalam dictionary dan nomor indeks untuk string tersebut ditulis dalam kurung siku. Kolom output menyatakan kode output yang dihasilkan oleh langkah kompresi.

 


                        Jika dialgoritmakan mejadi kompresi bisa berbentuk seperti ini:

            BEGIN

            S = next input character;

            While not EOF

            {

                        C = next input character;

                        If s + c exists in the diactionary

                                    S = s + c

                        Else

                        {

                                    Output the code for s;

                                    Add string s + c to the dictionary with a new code

                                    S = c;

                        }

            }

END

 

                        Jika algoritma dekompresinya adalah seperti dibawah ini :

            BEGIN

            S = NULL;

            While not EOF

            {

                        K = NEXT INPUT CODE;

                        Entry = dictionary entry for K;

                        Ouput entry;

                        If (s != NULL)

                                    add string s + entry[0] to dictionary with new code

                        S = Entry;

            }

END

 

Contoh Penerapan Simulasi Algoritma Lempel Ziv Welch (Lzw) Guna Mengkompresi Data Text Pada Komunikasi Data Real Time

2.3.1        Deskripsi Masalah

Permasalahan yang dibahas dalam makalah ini adalah bagaimana penerapan algoritma LZW dalam pengkompresian data teks dengan menggunakan algoritma Lempel Ziv Welch (LZW) guna komuniakasi data real time pada jaringan lokal.

Pembahasan masalah lebih ditekankan pada algoritma Lempel Ziv Welch (LZW) yang diterpkan pada data teks. Data dari hasil penelitian metode Lempel Ziv Welch (LZW) akan dibandingkan. Dan dicari perbandingan sebelum dan setelah dilakukan percobaan. Dari perbandingan ini akan diperoleh kelebihan dan kekurangan dari algoritma tersebut.

 

 

1.      Proses Kompresi Pada Server



 

2.      Proses Dekompes Pada Client



 3.       Pengujian kompresi data






 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SKRIPSI PERANCANGAN DAN PEMBUATAN MODUL PEMBELAJARAN INTERAKIF PADA MATA PELAJARAN PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN KELAS XI JURUSAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN SMK N 8 PADANG

MAKALAH TEKNOLOGI INFORMASI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI BAGI ANAK USIA DINI

LAPORAN PRATIKUM PEMELIHARAAN PERANGKAT KOMPUTER MERAKIT PC